JawaPos Radar

Indef Pesimis Ekonomi Bisa Tumbuh 5,2 Persen Hingga Akhir Tahun

08/11/2017, 15:54 WIB | Editor: Mochamad Nur
Indef Pesimis Ekonomi Bisa Tumbuh 5,2 Persen Hingga Akhir Tahun
Ekonom Indef Bhima Yudhistira (Dok.Hana Adi Perdana/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang triwulan III 2017 tercatat sebesar 5,06 persen. Angka tersebut tumbuh lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2017 yang hanya 5,01 persen.

Secara kumulatif pertumbuhan ekonomi triwulan I-III 2017 mencapai 5,03 persen. Secara Q to Q, pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 3,18 persen.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai, dengan capaian itu, maka bisa dipastikan target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2017 sebesar 5,2 persen sulit tercapai.

Menurutnya, hingga akhir tahun nanti, angka pertumbuhan hanya bisa tercapai sebesar 5,05 persen. "Iya sulit mas maksimum 5,05 persen di tahun 2017," ujarnya kepada JawaPos.com, Rabu (8/11).

Lanjutnya, dari hasil perekonomian Indonesia Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan III 2017 mencapai Rp 3.502,3 triliun. Selain itu, konsumsi rumah tangga juga jauh dibawah ekspektasi yang hanya tercapai 3,46 persen.

"Sementara konsumsi rumah tangga mengalami stagnasi di 4,93 persen hal tersebut mencerminkan pelemahan daya beli khususnya masyarakat menengah kebawah. Porsi konsumsi rumah tangga terhadap PDB juga menurun menjadi 55,6 persen," terangnya.

Saat ini, Indonesia masih bisa berharap pada pertumbuhan ekonomi yang tumbuh 7,11 persen dibanding tahun sebelumnya di kuartal yang sama. Sehingga, capaian itu diharapkan bisa terus tumbuh konsisten hingga akhir tahun.

"Satu satu nya harapan ada di investasi PMTB yang naik 7,11 persen (yoy). Harapannya investasi langsung masih bisa bertahan tumbuh di 7 persen hingga akhir tahun," tandasnya. 

(cr4/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up