alexametrics

Kemendag Sambut Dukungan BI Soal Perdagangan Kripto

8 September 2021, 20:36:03 WIB

JawaPos.com – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mendukung pengaturan perdagangan kripto ada di bawah Kementerian Perdagangan (Kemendag). BI secara tegas menyatakan bahwa kripto tidak dianggap sebagai mata uang di Indonesia melainkan sebagai aset digital.

Ini sesuai dengan Undang-Undang No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Artinya, kripto hanya bisa diperlakukan sebagai aset atau komoditi digital.

Pernyataan Deputi Gubernur senior ini disambut baik oleh Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga. Aset digital yang memiliki potensi besar ini harus diatur dengan lebih jelas agar potensinya bisa dioptimalkan. Harapannya, seluruh pelaku beserta stakeholder bisa mendukung pembentukan bursa kripto.

Menurutnya, meskipun masuk dalam urusan perdagangan komoditi yang ada di bawah Bappebti Kemendag, harus tetap dilihat perlunya sinergi dan kolaborasi yang intensif dengan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk dengan BI.

“Nilai perdagangan dan potensi aset kripto sangat besar, tentu potensi dampaknya juga besar, termasuk dalam sektor moneter. Oleh karena itu, sinergi, koordinasi, dan kolaborasi dengan Bank Indonesia sangat penting,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (8/9).

Bukan hanya dengan BI, lanjutnya, Kemendag juga siap berkolaborasi dan berkoordinasi dengan semua pihak terkait seperti Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan seluruh pelaku usaha. Mengingat potensi pengembangan aset kripto akan terjadi di semua bidang, maka Kemendag akan terus membuka dialog dengan seluruh kementerian dan lembaga yang ada di Indonesia.

“Sebagai contoh, teknologi blockchain dan kripto bisa dikembangkan dalam bidang asuransi, konstruksi, jasa hingga hal-hal yang bersentuhan dengan urusan lingkungan dan sosial. Jadi potensinya luas sekali. Karena itu, kolaborasi dan sinergi antar semua stakeholder menjadi kunci,” imbuhnya.

Jerry menilai pengembangan aset kripto, khususnya yang punya basis underlying asset perlu mendapat perhatian serius. Ini untuk mengintegrasikan sektor keuangan dan perdagangan digital dengan ekonomo riil yang dilakukan oleh masyarakat.

“Misalnya dalam pengembangan layanan umum seperti jalan tol, itu jelas jalan tolnya, lahannya dan lain-lain. Kalau itu bisa dikelola dengan memanfaatkan teknologi dan jaringan blockchain tentu akan lebih terjamin dari sisi asetnya. Dengan begitu perdagangan digital dengan underlying aset jalan tol pasti akan dirasakan lebih aman bagi semua pihak,” jelasnya.

Dengan demikian, pihaknya mengajak semua pihak agar bisa mengembangkan aset-aset kripto baru dengan memanfaatkan sektor ekonomi, perdagangan dan jasa atau bahkan layanan sosial. Ajakan ini terutama ia tujukan kepada generasi muda yang dipandang Jerry sangat kreatif dalam mengembangkan sektor-sektor ekonomi baru.

“Anak muda, akan menjadi pemain penting dalam transformasi ekonomi yang dicanangkan Presiden Jokowi,” pungkasnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Romys Binekasri

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads