JawaPos Radar

Bikin Tandingan OBOR, AS Bakal Jegal Pengaruh Tiongkok di Asia

08/09/2018, 11:09 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Bikin Tandingan OBOR, AS Bakal Jegal Pengaruh Tiongkok di Asia
ilustrasi ekspor dan impor (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Dua negara adidaya Amerika Serikat dan Tiongkok terus ‘berkompetisi’. Setelah bersitegang lewat isu perang dagang, kini Amerika Serikat ingin menjegal langkah Tiongkok lewat jalur sutera modern dengan semboyan “One Belt One Road” (OBOR) yang akan memberi pengaruh di Asia.

Hal ini nampak dari upaya Amerika Serikat yang membangun lembaga keuangan yang mengusulkan kapitalisasi pinjaman hingga USD 60 miliar. Hadirnya lembaga ini jelas-jelas menjadi alternatif dari program jalur sutera Tiongkok.

Korporasi Keuangan Pembangunan Internasional AS (IDFC), berupaya mengkonsolidasikan lembaga AS yang ada, yang bertanggung jawab atas modal publik dan swasta di negara-negara yang kurang berkembang. 

Ide ini diperkenalkan oleh melalui Undang-undang Better Utilization of Investments Leading to Development (BUILD), yang saat ini sedang menunggu persetujuan dari Senat. Upaya ini merupakan bagian dari strategi Washington untuk melawan pengaruh Cina yang meningkat di luar negeri, terutama di Asia. 

Asal tahu saja, pada Juli 2018 Gedung Putih mengumumkan belanja infrastruktur bagi wilayah Indo-Pasifik sebesar USD113 juta di tengah kekhawatiran Beijing yang meluas menggunakan investasi sebagai cara untuk mencapai tujuan geopolitik.

Ted Yoho, seorang anggota Kongres AS untuk Florida dan ketua Subkomite Luar Negeri DPR di Asia dan Pasifik mengatakan IDFC akan menjadi counter untuk China One Belt One Road, melalui kapasitasnya untuk bekerja sama dengan organisasi keuangan pembangunan lainnya di seluruh dunia.

“Upaya nyata Beijing untuk memposisikan diri sebagai hegemon regional telah memicu kekhawatiran imperialisme ekonomi, tetapi AS memiliki visi yang lebih bebas dan adil untuk Asia, kata Ted Yoho dilansirJawapos.com dari CNBC, Jum’at (7/9).

Adapun, asisten khusus presiden untuk perdagangan internasional, investasi dan pembangunan di Dewan Keamanan Nasional AS Clete Willems menuturkan pihaknya semakin prihatin dengan upaya Cina di kawasan OBOR itu.

“Jenis investasi yang mereka buat, apa yang dilakukannya terhadap ekonomi yang berbeda dan apa yang dilakukannya untuk kepentingan strategis China. Kami ingin menemukan cara untuk memberikan pilihan yang jelas dan alternatif yang jelas dan itulah yang sebenarnya tentang semua ini,”kata Clete Willems.

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up