alexametrics

Cerita Lucu JK saat Mudik Lebaran Tahun 1950-an

8 Mei 2018, 12:55:28 WIB

JawaPos.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengenang masa-masa saat mudik Lebaran pada 1950 hingga 1970-an. JK menceritakan angkutan umum seperti bus, kereta, dan kapal laut masih menjadi primadona masyarakat Indonesia saat mudik Lebaran kala itu.

“Itu kalau di media massa pasti fotonya lagi angkat barang lewat jendela. Ada anak kecil dimasukin lewat jendela, ya seperti itulah, zaman itu yang penting sampai kampung. Namun sekarang sudah teratur, kereta sudah teratur,” ujarnya di acara Transportation Review, Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (8/5).

Seiring berjalannya waktu dan perekonomian semakin membaik dan meningkat, katanya, masyarakat mulai beralih ke transportasi pribadi, seperti menggunakan mobil dan motor untuk pulang ke kampung halaman. Hal ini menjadi salah satu penyebab kemacetan di jalur Pantai Utara (Pantura) setiap mudik Lebaran.

“Makanya muncul masalah pada dua tahun lalu di pintu keluar Tol Brebes, atau brexit saat itu. Selain itu, ada sebuah pola transportasi mengapa sering terjadi macet di Jawa Tengah. Sebab, mereka yang mudik dari arah barat menuju timur. Nah saat di Jawa Tengah inilah ada perpecahan jalan sehingga tidak menimbulkan kepadatan parah di kawasan Jawa Timur,” jelas JK.

Meski begitu, dia juga merasa bersyukur. Dengan adanya mudik Lebaran, bukan berarti perekonomian akan terhenti. Justru, perekonomian akan berjalan lebih baik di hari-hari libur, apalagi Lebaran.

“Justru dari sisi ekonomi akan berjalan banyak saat berlibur. Contoh, kalau jalan-jalan kan beli makanan, beli tiket ke tempat wisata. Kecuali pegawai pemerintah, sebagian pasti ada yang masuk kerja dan itu tidak lebih dari 4 juta orang yang libur,” kata JK.

“Walaupun memang ekonomi bergerak lebih kencang konsumsinya menjelang Lebaran. Karena orang-orang belanja sebelum Lebaran, toko-toko banyak yang buka,” tukasnya.

Editor : Saugi Riyandi

Reporter : (ce1/ipy/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Cerita Lucu JK saat Mudik Lebaran Tahun 1950-an