alexametrics

Bangun Budaya Inovasi, BPJS Kesehatan Bertahan di Era Pandemi

8 April 2021, 17:47:20 WIB

JawaPos.com – Perjalanan implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) memiliki dinamika tersendiri.

Menurut Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron, BPJS Kesehatan bisa dikatakan sebagai organisasi pembelajar (Learning Organization). Maknanya, BPJS Kesehatan harus waspada, luwes, adaptif, dan mampu membaca tren masa depan.

Ke depan, kata Ali Ghufron, tantangan yang dihadapi oleh BPJS Kesehatan dan Program JKN-KIS adalah cakupan kepesertaan yang mencapai 222.847.524 jiwa atau 82 persen dari jumlah penduduk. Kini BPJS Kesehatan memiliki modal kekuatan berupa jumlah pegawai 6.968 orang. Artinya, 1 pegawai melayani 31.982 peserta program JKN-KIS.

“Dengan jumlah peserta sebesar itu dengan segmen peserta yang bervariasi, customer needs tentunya terus meningkat. Konsumen membutuhkan upaya-upaya inovatif untuk mencapainya. Di BPJS Kesehatan sendiri, pengelolaan inovasi berbasis pada akselerasi budaya inovasi,” kata Ghufron dalam kegiatan LSPR Lecturer Convention 2021, Kamis (8/4).

Ghufron menambahkan, pandemi Covid-19 memaksa hampir semua masyarakat lebih banyak beraktivitas dari rumah dan memanfaatkan aplikasi maupun tools berbasis website untuk tetap terhubung satu sama lain dan dunia yang lebih luas. Proses pembelajaran internal BPJS Kesehatan juga pada akhirnya mengadaptasi hal tersebut.

Akselerasi budaya inovasi BPJS Kesehatan dimulai dari penggambaran pengetahuan atau Wall of Knowledge. Yaitu, melakukan aktivitas belajar bersama dan menghasilkan one point lesson. Dilanjutkan dengan penggambaran ide atau Wall of Ideas, yaitu membentuk aktivitas ideation, melahirkan ide untuk meningkatkan kinerja unit kerja melalui proses design thinking, lean six sigma, dan sebagainya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : ARM




Close Ads