JawaPos Radar | Iklan Jitu

Trump Dalang Penangkapan Putri Pendiri Huawei di Kanada?

07 Desember 2018, 06:59:17 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Trump Dalang Penangkapan Putri Pendiri Huawei di Kanada?
Ilustrasi (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Putri pendiri Huawei Wanzhou Meng ditangkap di Kanada saat hendak transit di Bandara Vancouver Kanada, 1 Desember 2018 lalu. Ia ditahan sehubungan dengan pelanggaran sanksi ekonomi terhadap Iran. Penangkapan putri pemilik raksasa smartphone di Tiongkok ini membuat konflik antara AS-Tiongkok semakin mendidih.

Seperti dilansir Bloomberg, Tiongkok marah setelah berita itu tersebaŕ. Tiongkok menuntut Amerika Serikat dan Kanada untuk membebaskan Meng. Kementerian Luar Negeri Tiongkok pun sedang menunggu alasan detail kenapa Direktur Keuangan Huawei itu ditangkap.

Penangkapan ini memang tidak berlebihan dan menjadi wajar, sebab Meng adalah putri pendiri Huawei seorang pengusaha garis depan yang menjadi andalan Presiden Xi Jinping mewujudkan kemandirian teknologi strategis di Tiongkok.

Sementara AS secara rutin meminta sekutu untuk mengekstradisi raja obat bius, pedagang senjata dan penjahat lainnya, meski menangkap seorang eksekutif besar Tiongkok seperti ini jarang bahkan belum pernah terjadi sebelumnya.

“Waktu dan cara ini mengejutkan," Andrew Gilholm, Direktur Analisis Asia Utara di Control Risks Group, dilansir Bloomberg, Jum’at (7/12).

Saat ini tidak jelas peran apa yang dimainkan Trump dalam penangkapan Meng, atau apakah dia akan melakukan intervensi di beberapa titik. Pemimpin AS telah berusaha meyakinkan dunia dan investor beberapa hari terakhir - bahwa China telah menyetujui konsesi besar, termasuk mengurangi atau menghapus tarif pada mobil AS. 

Saham Huawei jatuh di Asia pada Kamis. Analis mengatakan bahwa kemungkinan besar kasusnya terpisah dari pembicaraan perdagangan sebagai bagian dari upaya Trump untuk meningkatkan penuntutan terhadap perusahaan-perusahaan Tiongkok yang melakukan spionase ekonomi dan melanggar sanksi. Pada Oktober, AS mengatakan Belgia mengekstradisi seorang pejabat intelijen Tiongkok yang dituduh mencuri rahasia dagang dari perusahaan AS dan hal itu belum pernah terjadi sebelumnya.

Bagaimanapun, Tiongkok hampir pasti memandang penangkapan Meng sebagai eskalasi besar dalam perang dagang yang akan menimbulkan kekhawatiran akan Perang Dingin yang lebih luas antara dua ekonomi terbesar dunia. Sebagai bagian dari pembicaraan perdagangan, Trump bersikeras bahwa Tiongkok berhenti memberikan dukungan kepada pemerintahannya untuk sektor strategis termasuk kecerdasan buatan dan robotika sebagai bagian dari kebijakan "Made in China 2025".

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up