BI: Pertumbuhan Ekonomi dan Beban Utang Indonesia Stabil

07/09/2018, 05:30 WIB | Editor: Estu Suryowati
Bank Indonesia telah mengeluarkan berbagai kebijakan moneter untuk menahan tekanan dolar terhadap mata uang Garuda. (dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Lembaga pemeringkat Fitch Ratings (Fitch) mengafirmasi peringkat Indonesia di level layak investasi (Investment Grade) pada 2 September 2018 lalu. Ini berarti, Fitch memberikan afirmasi atas Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level BB atau outlook stabil.

Hal tersebut dipaparkan Agusman, Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI). Ia menyebut beberapa faktor kunci yang mendukung keputusan tersebut antara lain, beban utang pemerintah yang relatif rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi yang baik di tengah tantangan sektor eksternal.

"Di antaranya yang berasal dari tingginya ketergantungan terhadap pembiayaan eksternal serta indikator struktural lainnya yang masih di bawah negara peers (negara lainnya yang setara Indonesia)," ujarnya, dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Jumat (7/9).

Atas dasar itu, dia menilai, langkah BI menaikkan suku bunga dan intervensi di pasar valas mencerminkan komitmen yang kuat untuk menjaga stabilitas. Kebijakan ini banyak dilakukan bank sentral negara-negara emerging market dalam merespons tekanan global yang didominasi Amerika Serikat.

"Dalam hal ini, fokus otoritas yang memprioritaskan stabilitas makro ekonomi telah menjadi faktor utama yang mendukung perbaikan rating Indonesia oleh Fitch pada Desember 2017," terangnya.

Secara khusus, kata Agusman, sektor eksternal Indonesia dipandang lebih resilien dibandingkan pada saat taper tantrum 2013. Sebagai dampak dari stance kebijakan moneter yang disiplin, serta kebijakan makroprudensial yang telah mampu meredam peningkatan utang luar negeri korporasi.

"Di sisi pemerintah, konsolidasi fiskal akan dapat memperbaiki perkembangan beban utang,” tegasnya.

Lebih lanjut, menurut dia, Fitch berpandangan bahwa fokus otoritas terhadap stabilitas akan tetap dipertahankan. Dan tidak terdapat indikasi perubahan kebijakan ekonomi yang signifikan menjelang pemilihan Presiden yang dijadwalkan akan dilakukan pada 17 April 2019.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia dan beban utang pemerintah dinilai lebih baik dibandingkan dengan negara peers. Pertumbuhan PDB Indonesia diperkirakan meningkat menjadi 5,2% pada 2019 dan 5,3% pada 2020 dengan didukung oleh belanja infrastruktur publik yang berkelanjutan.

"Sementara tingkat utang Pemerintah juga lebih baik dari median utang negara peers," ungkapnya.

Sedangkan untuk risiko sektor perbankan, Indonesia dinilai terbatas dengan tingkat permodalan bank yang kuat. Secara umum, kewajiban bank dalam valas dapat di-cover dengan aset dan telah dilakukan lindung nilai.

"Di samping itu, sebagian kewajiban dalam valas tersebut merupakan pembiayaan yang berasal dari perusahaan induk," pungkasnya.

(jpg/est/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi