alexametrics

Menkeu Sebut Banyak Negara Juga Lakukan Burden Sharing, Mana Saja?

7 Juli 2020, 05:55:12 WIB

JawaPos.com – Akibat pandemi Covid-19 dan langkah-langkah penanganan yang dilakukan oleh pemerintah, pembiayaan utang mengalami kenaikan luar biasa. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bank Indonesia (BI) pun sepakat berbagi beban (burden sharing) untuk membiayai kebutuhan tersebut.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menuturkan, skema burden sharing atau kerja sama antara fiskal dan moneter tidak hanya dilakukan oleh pemerintah dan bank sentral Indonesia. “Langkah-langkah ini diambil oleh pemerintah dan BI akibat kondisi yang sangat extraordinary (luar biasa) karena adanya Covid-19,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Senin (6/7).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, pada situasi pandemi global ini, banyak negara yang juga melakukan langkah-langkah luar biasa. “Yang kami lakukan ini bukanlah sesuatu yang outlier atau exceptional,” katanya.

Yang pasti, lanjutnya, pemerintah dan BI akan sangat hati-hati dalam menjalankan skema ini, agar tetap bisa menjaga reputasi pemerintah dan bank sentral sebagai penjaga kebijakan fiskal dan moneter. Sri Mulyani pun lantas mencontohkan beberapa negara yang pemerintah dan bank sentralnya juga melakukan burden sharing.

“Chili, Kolombo, Hungaria, India, Korea Selatan, Meksiko, Polandia, Romania, Filipina, Afrika Selatan, Thailand, Turki, itu adalah negara-negara emerging market yang juga melakukan burden sharing. Bank sentralnya membeli bonds pemerintah secara langsung,” jelas Sri Mulyani.

Lebih lanjut dia menuturkan, di negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Jepang, kebijakan seperti quantitative easing dan debt monetization dilakukan lebih maju. Bahkan banyak negara maju yang mengimplementasikan skema tersebut sejak terjadinya krisis finansial 2008.

“Kita lakukan secara hati-hati, karena kita pahami situasi yang dihadapi emerging market berbeda dari negara-negara yang sudah sangat maju,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati



Close Ads