alexametrics

Kadin: Tren Wisata Berubah, Protokol CHSE Kunci Pemulihan Pariwisata

6 Oktober 2021, 14:33:11 WIB

JawaPos.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mencatat, sejak Februari 2020 jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia mengalami penurunan yang sangat drastis akibat Covid-19. Bahkan, sepanjang tahun 2020, jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia hanya 4.052 juta orang.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid menyebut, terpukulnya sektor pariwisata membuat ekonomi di sektor tersebut juga terdampak. Terdapat sekitar kurang lebih 30 juta lapangan pekerjaan di sektor parekraf yang terdampak pandemi.

Arsyad mengungkapkan, kerugian sektor pariwisata lebih dari Rp 10 triliun selama pandemi Covid-19. Kerugian tercermin dari kontraksi yang cukup besar dari produk domestik bruto (PDB) nasional pada kuartal kedua dan ketiga 2020.

Menurutnya, pemulihan sektor pariwisata di Tanah Air membutuhkan kerja sama, inovasi, dan koordinasi dengan semua pihak terkait. Pasalnya, bukanlah perkara mudah untuk membuka kembali sektor ini.

“Memang membuka sepenuhnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tidak gampang. Jadi harus cermat. Jadi, bukan berarti tidak mungkin, tapi harus dipikirkan dan siapkan betul,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (6/10).

Arsjad mengaku, memang selama setahun belakangan pemerintah telah menerapkan kebijakan berupa program stimulus untuk mendukung pemulihan sektor pariwisata yang terdampak pandemi Covid-19, di antaranya dana hibah, subsidi bunga, restrukturisasi kredit, dan kredit usaha rakyat (KUR) pariwisata.

Selain vaksinasi, kata Arsjad, pembukaan tempat wisata dengan penerapan protokol sertifikasi CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability) menjadi kunci pemulihan di sektor tersebut.

“Saat ini tren pariwisata berubah, seperti liburan tanpa banyak bersentuhan dengan orang lain agar tetap aman, yaitu staycation. Ini bisa membangkitkan usaha perhotelan. Tapi tidak cukup itu, penyedia hotel juga harus inovatif misalnya menawarkan paket WFH, melengkapi sertifikasi CHSE, menyiapkan outdoor dining untuk menjaga jarak. Itu salah satu contoh,” ungkapnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Romys Binekasri

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads