JawaPos Radar

Dolar Terus Menguat, Mendag: Belum Ada Kenaikan Harga Tempe

06/09/2018, 16:34 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Dolar Terus Menguat, Mendag: Belum Ada Kenaikan Harga Tempe
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memastikan pelemahan Rupiah tak berdampak pada kenaikan harga kedelai. Pasalnya, Indonesia merupakan negara pengimpor kedelai dari Amerika Serikat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2017 saja Indonesia mengimpor hingga 6,9 juta ton kedelai. Sebanyak 2,6 juta ton berasal dari Amerika Serikat atau setara 37 persen. Selain kedelai, Indonesia juga mengimpor gandum sebanyak 1,1 juta ton dari Amerika Serikat per tahun.

"Nggak ah, apa ada kenaikan harga? Ada dua hal kenapa kita bikin kerja sama dengan AS. Di satu sisi karena kenaikan nilai tukar mengakibatkan jatuhnya rupiah. Tetapi, di sisi lain, harga kedelainya karena dia terbatas marketnya, harga tahu tempe turun,” kata Mendag Enggar di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (6/9).

Enggar menerangkan, ketegangan perang dagang yang terjadi di Amerika Serikat akhirnya juga membuat para importir berjanji tidak seenaknya menaikkan harga kedelai. Sebab pembeli mereka adalah pedagang tahu dan tempe.

Adapun, dia mengaku dalam rapat yang digelar bersama dengan Direksi Bulog serta Kementerian Pertanian itu dibahas juga mengenai cara pemerintah dapat mempertahankan harga pangan supaya inflasinya tetap terjaga.

"Kan ini (Agustus) deflasi sudah jadi yang sensitif itu adalah harga beras. Jadi sekali lagi seperti di rakor lalu, kita meminta pada Bulog menyiapkan untuk melakukan operasi pasar (bila diperlukan)," terangnya.

(ce1/uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up