Sampaikan Duka Cita, Menkeu Siapkan Anggaran Penanganan Gempa Lombok

06/08/2018, 20:17 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Hendra Eka/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Gempa bumi yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat, masih menyisakan duka. Pemerintah dan berbagai elemen masyarakat terus bergerak untuk membantu para korban yang terkena musibah tersebut.

Menteri Keuangan Sri Mulyani turut menyampaikan duka citanya yang mendalam bagi para korban. Menurutnya, bencana alam tersebut perlu disikapi dengan cepat.

"Ini sesuatu yang harus segera direspons dalam bentuk tindakan-tindakan untuk membantu. Dari sisi kemanusiaan, biasanya tahapan dalam bentuk emergency akan muncul yaitu fokusnya pada minggu ini adalah bagaimana menyelamatkan sebanyak mungkin agar korban jiwa seminimal mungkin. Itu harus menjadi fokus kita," ujarnya di Jakarta, Senin (6/8).

Untuk mendukung itu, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini telah menyiapkan anggaran yang nantinya diberikan agar penanganan bencana alam tersebut bisa lebih cepat. Tidak hanya itu, anggaran untuk bangunan pemerintah juga telah disiapkan.

"BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) sudah akan turun dan kami akan dukung sepenuhnya. Anggaran untuk mereka kami sediakan untuk bisa beroperasi secara cepat," tuturnya.

Hanya saja, Menkeu masih akan mengkaji biaya kerusakan yang terjadi pada bangunan milik masyarakat seperti rumah. Penanganan tersebut sama dengan gempa yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia seperti Jogjakarta dan Padang.

"Kami akan lihat bangunan milik pemerintah nanti bisa kami inventarisir. Kalau yang milik masyarakat, biasanya rumah, kami kategorikan menjadi tiga kelompok, rusak ringan, rusak sedang, rusak berat dan nanti kami lihat bagaimana kompensasinya sesuai nilai yang sekarang," pungkasnya.

(hap/JPC)

Alur Cerita Berita

Mewujudkan Mitigasi lewat Tata Ruang 06/08/2018, 20:17 WIB
Gempa, Konstruksi, dan Edukasi 06/08/2018, 20:17 WIB
Unhas Kirim Tim Medis ke Lombok 06/08/2018, 20:17 WIB

Berita Terkait

Rekomendasi