alexametrics

bank bjb Dorong UMKM Tangguh di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

6 Juli 2020, 15:45:03 WIB

JawaPos.com – PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (bank bjb) terus mendorong dan menstimulasi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), agar mampu bangkit kembali pada era adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Pandemi Covid-19 telah meluluhlantahkan tatanan ekonomi yang selama ini berjalan stabil. Nyaris semua sektor terdampak pandemi, akibat turunnya daya beli dan hilangnya pekerjaan sebagian masyarakat. UMKM juga menjadi salah satu bidang yang juga terdampak penyebaran virus corona ini. Padahal, selama ini UMKM paling tangguh atas berbagai terpaan ekonomi termasuk krisis moneter.

Di Indonesia, selama ini UMKM berkontribusi terhadap 60 % ekonomi nasional. Bahkan, lebih dari 90 % lapangan kerja diciptakan UMKM. Besarnya kontribusi UMKM terhadap negeri, melatarbelakangi digelarnya seminar daring nasional (webinar) bertajuk ’’UMKM Tangguh Ekonomi Tumbuh di Era Adaptasi Kebiasaan Baru” belum lama ini. Webinar yang digelar Bank Indonesia Jabar itu diikuti hampir seribu peserta.

Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi menjadi salah seorang guest speaker, bersama Kepala DKSP Bank Indoensia Filianingsih Hendarta dan CEO and Founder Creativepreaner Event Chief Experience Officer Putri Tanjung. Acara dibuka oleh Kepala BI Jabar Herawanto dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Keynote Speaker Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki yang diwakili oleh Asisten Deputi Permodalan Fixy. Acara dipandu oleh Diana Sari dari Unpad.

Dalam paparannya, Yuddy Renaldi mengatakan, sektor UMKM yang selama ini mengandalkan penjualan harian, sangat terdampak pandemi, karena daya beli dan akses masyarakat yang terbatas. Dengan demikian, mereka yang memiliki kewajiban pembiayaan juga ikut ter-dampak. Kondisi ini juga berimbas pada semua sektor, termasuk perbankan.

Namun, hasil riset terbaru menunjukkan masyarakat percaya ekonomi akan pulih pada akhir 2020. Walaupun, pelaku usaha harus tahu adanya pola perubahan pengeluaran masyarakat. Misalnya, kecenderungan menunda dan memilah belanja untuk kebutuhan penting. Mencermati hal itu, bank bjb, kata dia, telah menyiapkan sejumlah skema dalam rangka mendukung percepatan pemulihan ekonomi sektor UMKM.

Salah satunya mendukung program prioritas pemerintah daerah dalam bidang infrastruktur. Sementara bagi pelaku UMKM, bank bjb terus menggenjot penyaluran pembiayaan bjb Mesra. Program pembiayaan tanpa bunga yang dikembangkan melalui komunitas di rumah ibadah. Untuk pendampingan bagi UMKM, bank bjb memiliki bjb Pesat.

’’Tahun ini, bank bjb juga mendapatkan alokasi kredit usaha rakyat (KUR) Rp 1 triliun. Pembiayaan ini diharapkan dapat mendorong pelaku dapat kembali bangkit dan berkembang. Sebab, KUR dibuat untuk pelaku usaha yang kredibel namun belum bankable,’’ ujar Yuddy.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta pelaku UMKM di Jawa Barat bisa beradaptasi dengan perubahan ekonomi berbasis digital, pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB).

’’Pandemi ini memberi kita pelajaran bahwa kita harus siap dengan era disrupsi. Saya titip UMKM agar bisa memanfaatkan peluang disrupsi ini. UMKM harus memaksakan diri menggunakan sistem digital,” kata Emil.

Diakui dia, sebelum Covid-19 melanda, hanya 17% UMKM di Jabar yang telah berbisnis secara digital. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan persentase nasional yang masih di angka 13%. ’’Saya mendoakan UMKM, mari segera hijrah, menggunakan digitalisasi untuk bisnis, untuk kejar potensi yang luar biasa di Jawa Barat. Sementara upaya yang kami lakukan di antaranya mempermudah bahan baku, modal, memperlancar produksi dan distribusi, stimulasi daya beli, menaikkan omzet penjualan,’’ imbuh dia.

Kepala BI Jabar Herawanto mengatakan, selama ini UMKM biasa menjadi bumper ekonomi nasional juga daerah. Namun akibat pandemi, mereka beralih atau berhenti beroperasi untuk sementara waktu karena belanja konsumen turun.

’’Sementara UMKM 60% berkontribusi terhadap ekonomi nasional dan 90% mampu merekrut tenaga kerja. Di Jabar kontribusi UMKM sangat besar. Sehingga penting mendorong UMKM, karena menjadi tumpuan 45 juta penduduk Jabar,’’ beber dia.

Upaya BI, kata dia, salah satunya melakukan langkah peningkatan kapasitas UMKM melalui digitalisasi. UMKM yang menjalankan bisnis secara digital dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM



Close Ads