alexametrics

Era New Normal Bakal Gairahkan Dunia Industri Konstruksi

6 Juni 2020, 07:23:08 WIB

JawaPos.com – Infrastruktur masih menjadi prioritas pembangunan di pemerintahan Presiden Jokowi periode kedua, meski fokus utama visi pembangunan beralih pada pengembangan sumber daya manusia. Hal ini dapat dilihat dari daftar Proyek Strategis Nasional yang mayoritas masih diwarnai pembangunan infrastruktur.

Pandangan ini wajar karena pembangunan infrastruktur nasional dapat dikatakan memang baru dimulai secara massif di era pemerintahan Jokowi. “Wajar saja orang berpandangan begitu karena memang faktanya pembangunan infrastruktur baru bisa dirasakan kehadirannya pada periode presiden Jokowi”, kata Lukman Edy, Wakil Komisaris Utama PT Hutama Karya.

Pandemi Covid-19 sempat menyebabkan anggaran infrastruktur dipangkas secara drastis. Kementerian PUPR sempat melansir berkurangnya anggaran infrastruktur hingga 40 persen dan dialihkan untuk mendukung program penanggulangan Covid-19.

Hanya saja, kebijakan new normal atau tatanan kehidupan baru bakal memberi angin segar bagi dunia konstruksi. Meski, dalam pelaksanaan tetap harus menyesuaikan diri dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Karena itu dibutuhkan reengineering terhadap skema-skema pembangunan infrastruktur yang lama, dan mencari terobosan baru”, jelas Lukman Edy.

Dunia konstruksi tak bisa dipisahkan dari teknologi. Oleh sebab itu, new normal bisa menjadi momentum bagi dunia konstruksi untuk berubah dan menemukan model-model baru yang lebih efektif, efisien, berdaya saing, serta berkelanjutan.

Pada awal Januari 2019 lalu, telah beredar gagasan baru yang muncul dari Jepang yaitu society 5.0 dan disampaikan oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dalam Forum Ekonomi Dunia 2019 di Davos, Swiss. Gagasan ini muncul sebagai respons revolusi industri 4.0 atas signifikannya perkembangan teknologi.

Society 5.0 menawarkan masyarakat ekonomi yang berpusat pada manusia yang membuat seimbang antara kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial melalui sistem yang menghubungkan antara dunia maya dan nyata.

Lukman Edy menambahkan bahwa new normal dapat dijadikan momentum implementasi konsep society 5.0 tersebut. Utamanya pada iklim infrastruktur di Indonesia. “Karena infrastruktur yang paling memungkinkan untuk memadukan SDM dengan teknologi 4.0”, jelasnya.

Pemanfaatan teknologi informasi pada bidang infrastruktur di era new normal tidak hanya dalam kegiatan internal perkantoran, tetapi juga dalam pengelolaan pekerjaan infrastruktur. Di antaranya digitalisasi pengelolaan jalan tol, proses lelang pengadaan barang dan jasa untuk proyek-proyek infrastruktur dengan cara E-Procurement, administrasi paperless, pemanfaatan drone, pelibatan tenaga kerja tidak langsung, dan reengineering dengan mempertimbangkan social distancing dan physical distancing.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana



Close Ads