alexametrics

APPSI Keluhkan Penanganan Pemerintah Terkait Virus Korona di Pasar

6 Juni 2020, 13:26:43 WIB

JawaPos.com – Pemerintah dirasa tidak memberikan perhatian yang cukup untuk pasar tradisional. Padahal, pasar rakyat menjadi salah satu klaster penyebaran virus Korona jenis baru atau Covid-19.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ferry Juliantono pun mengatakan bahwa pemerintah hanya memberikan perhatian pada awal-awal saja. Selebihnya tidak ada perhatian maupun tindakan untuk mengurangi penyebaran Covid-19 di pasar.

“Pasar itu rentan, tapi harus juga buka untuk melayani kebutuhan masyarakat, kalau kita lihat kan harusnya ada sosialisasi ke pasar, itu terjadi awal-awal aja, Maret itu ada perhatian penyemprotan (disinfektan),” ujarnya dalam acara Polemik Trijaya, Sabtu (6/6).

Meski mendapat perhatian, Ferry merasa bahwa hal itu tidak cukup mampu agar pasar tidak menjadi media penyebaran virus tersebut. Sebab, dari 140 pasar yang ada di Jakarta, hanya 20 pasar yang dilakukan penyemprotan disinfektan.

“Di Jakarta itu ada 140 pasar, yang disemprot itu cuma 20 pasar, 120 enggak diperhatikan, yang terjadi kita itu melakukan inisiatif secara swadaya untuk melengkapi diri dengan masker, hand sanitizer dan penyemprotan disinfektan,” terangnya.

Ferry juga mengkritisi kala Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendatangi salah satu mal yaitu Summarecon Mall Bekasi dalam rangka meninjau persiapan protokol kesehatan new normal di sana. “Harusnya ke pasar, kemarin saya sampaikan kepada Pak Teten Masduki (Menteri Koperasi dan UKM), kita harus menerapkan protokol kesehatan di pasar, kita akan siapkan pasar untuk kita jadikan model protokol kesehatan di pasar, kita undang Presiden ke pasar, jadi bukan ke Summarecon Mall sana,” ujarnya.

“Dari data yang ada di pasar ini, tambah banyak korban yang positif korona di seluruh Indoensia, itu di Jawa Timur (Surabaya) banyak klaster baru di pasar-pasar, di Bogor Cileungsi, (Wali Kota Bogor) Bima Arya bilang begitu juga (penyebaran banyak terjadi di pasar). Harusnya pasar harus dikonsentrasikan protokol kesehatan,” tutupnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana

Reporter : Saifan Zaking



Close Ads