alexametrics

Proses Pengelolaan Limbah B3 Hingga Jadi Ramah Lingkungan

6 Mei 2021, 16:25:49 WIB

Hasil pengelolaan untuk limbah B3 cair adalah bahan bakar sintetis, bahan baku alternatif, serta air bersih. Untuk bahan bakar sintetis dan bahan baku alternatif akan dialihgunakan di cement kiln atau tempat pembakaran semen, sementara air bersih akan dilepas ke sungai.

“Hasil olahannya itu air bersih, itu nanti kita akan discharge (melepas) ke lingkungan, tapi nggak langsung kan, semua proses itu ada monitoringnya, jadi harus kita cek baku mutunya sesuai tidak dengan standar kita, kalau sesuai bisa kita discharge (buang) ke media lingkungan sungai dan laut,” ujarnya.

Lalu, untuk limbah padat akan dijadikan sebagai bukit eco-landfill (TPA). Di mana pihaknya juga telah menciptakan 5 buah bukit eco-landfill yang sudah ditanami pohon untuk mencegah erosi dan tentunya terus dilakukan pemantauan.

PPLI pun mengharapkan industri memiliki kesadaran untuk mengelola limbahnya. Begitu juga masyarakat yang mulai memberikan perhatian lebih pada limbah B3 yang sebenarnya juga ada di dalam rumah, misalnya batu baterai hingga lampu neon bekas.

“Kita ingin masyarakat aware (sadar) dengan B3, karena orang masih belum tau apa itu B3, kemudian untuk perusahan-perusahaan kita ingin meningkatkan kesadaran mereka bahwa mengelola limbah yang diproduksi itu harus dikelola dengan benar. Kita maunya lingkungan ini tetap kita jaga untuk keanekaragaman hayati kita dan masa depan kita semua,” tandasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan meluncurkan fasilitas terbarunya, yakni teknologi untuk pengolahan Polychlorinated Biphenyls (PCB) atau limbah minyak trafo. “Sekarang tidak boleh lagi. Olinya harus kita olah supaya tidak menjadi limbah B3,” kata dia.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Saifan Zaking

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads