alexametrics

Jalur Pansela Jawa Tengah dan Yogyakarta Sukses Tersambung 218,86 Km

6 April 2019, 10:22:42 WIB

JawaPos.com – Pembangunan konektivitas di Selatan (Pansela) Pulau Jawa terus dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Jalan Pansela Jawa memiliki panjang 1.405 km membentang menyusuri garis tepi Pantai Selatan dari wilayah Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta hingga Jawa Timur.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, khusus di wilayah Jawa Tengah total Jalan Pansela yang sudah tersambung adalah sepanjang 212 km dan Yogyakarta sepanjang 116 km, jika disambung total keduanya adalah 328 km.

Dikatakan Menteri Basuki, dari total panjang tersebut, hingga 2018 total jalan yang sudah selesai  sepanjang 219 km, masing-masing sepanjang 151 km di Jawa Tengah dan 68 km di Yogyakarta.

“Pada tahun 2019, Jalan Pansela di Jawa Tengah dan Yogyakarta yang ditangani sepanjang 28 km. Kami targetkan sisa 81 km akan tuntas seluruhnya pada 2021,” kata Menteri Basuki saat meninjau Jalan Pansela di Kebumen, Jumat (5/4).

Salah satu ruas jalan Pansela di Jawa Tengah yang rampung ditingkatkan adalah ruas Giriwoyo-Duwet sepanjang 23,7 km yang dilakukan dengan kontrak multiyears 2015-2017 melalui program Regional Road Development Project (RRDP) yang didanai oleh Islamic Development Bank (IDB) dengan nilai Rp 192 miliar.

Menteri Basuki menyatakan, pada 2019 terdapat dua ruas jalan di Jawa Tengah dan tiga ruas di Yogyakarta yang telah ditandatangani kontrak pekerjaannya. Dua ruas Jalan Pansela di Jawa Tengah tersebut yakni ruas Tambakrejo- Bantarsari sepanjang 6,50 km dan Jladri – Karangbolong -Tambakmulyo 4,50 km.

Nilai kontrak ruas Tambakrejo- Bantarsari senilai Rp 95,4 miliar dengan kontrak tahun jamak 2019-2020 dan dikerjakan PT Istaka Karya- PT Trie Mukti (Kerjasama Operasi). Sementara untuk ruas Jladri – Karangbolong -Tambakmulyo nilai kontraknya Rp 53,9 miliar, dengan kontrak tahun jamak 2019-2020, dikerjakan oleh PT Sumber Karya-PT Karya Adi Kencana (Kerjasama Operasi).

Sedangkan untuk tiga ruas di Yogyakarta adalah ruas Jerukwudel- Baron-Duwet (10,60 km), dengan nilai kontrak Rp. 195 milyar (2019-2021), dikerjakan PT. Brantas Abipraya-Aneka Dharma Persada  (Kerjasama Operasi) ;  ruas Legundi- Planjan 4,70 km dengan kontrak Rp. 69 milyar) (2019-2020) dikerjakan PT. Istaka Karya ; dan Jembatan Kretek 2 dengan panjang penanganan 2.014 meter. Besar pagu sebesar Rp.574 miliar untuk 2019-2021.

Menteri Basuki dalam setiap kesempatan selalu mempromosikan Jalur Pansela Jawa untuk bisa menjadi alternatif dari jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa yang sudah padat lalulintasnya, karena sepanjang jalan terdapat banyak destinasi wisatanya. Pengguna jalan akan disuguhi pemandangan hamparan sawah, pegunungan dan pantai sekaligus menjadi spot foto yang bagus.

Menteri Basuki mengatakan, penanganan jalan Pansela Jawa terus dilakukan guna meningkatkan kecepatan, keamanan dan kenyamanan bagi para pengguna jalan. Kondisi yang sudah mantap akan terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Kepala BBPJN VII Akhmad Cahyadi mengatakan, perkiraan total anggaran yang dibutuhkan untuk penyelesaian Jalan Pansela di kedua provinsi tersebut sekitar Rp 1,9 triliun dengan alokasi masing-masing untuk Jawa Tengah sebesar Rp 1,1 trilun dan Rp 885 miliar untuk di Yogyakarta.

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : Uji Sukma Medianti