alexametrics

BPS: Ekonomi Mulai Pulih, Pengangguran Turun jadi 6,49 Persen

5 November 2021, 14:27:09 WIB

JawaPos.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, masyarakat yang menganggur cenderung menurun seiring dengan tren pemulihan aktivitas dan mobilitas masyarakat yang berdampak pada membaiknya perekonomian. Kepala BPS Margo Yuwono mengungkapkan, jumlah angkatan kerja pada Agustus 2021 sebanyak 140,15 juta orang. Sedangkan pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2021 mencapai 6,49 persen dari jumlah angkatan kerja atau setara dengan 9,10 juta.

“Naik 1,93 juta orang dibanding Agustus 2020. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik sebesar 0,03 persen poin,” ujar Margo Yuwono dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (5/11).

Selanjutnya, masyarakat yang bekerja juga naik sebanyak 2,6 juta orang dari Agustus 2020 menjadi 131,05 juta orang. Hal itu terjadi seiring dengan meningkatkan lapangan pekerjaan.

Margo merincikan, persentase terbesar adalah Sektor Industri Pengolahan sebesar 0,65 persen poin. Sementara lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan terbesar yaitu Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 1,43 persen poin.

Jika dilihat berdasarkan sektor informal, sebanyak 77,91 juta orang atau sebesar 59,45 persen bekerja pada kegiatan informal. Angka tersebut turun 1,02 persen poin dibanding Agustus 2020.

“Persentase pekerja paruh waktu naik sebesar 1,03 persen poin, sementara persentase setengah pengangguran turun 1,48 persen poin dibandingkan Agustus 2020,” tuturnya.

Sementara jumlah pekerja komuter pada Agustus 2021 sebanyak 7,34 juta orang. Angka tersebut naik sebesar 330 ribu orang dibanding Agustus 2020. “Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2021 sebesar 6,49 persen, turun 0,58 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2020,” ucapnya.

Margo menambahkan, terdapat sebanyak 21,32 juta orang atau sebesar 10,32 persen penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19. Hal itu terdiri dari pengangguran karena Covid-19 sebanyak 1,82 juta orang, Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19 sebesar 700 ribu orang, sementara tidak bekerja karena Covid-19 sebanyak 1,39 juta orang, dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid -19 sebanyak 17,41 juta orang.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Romys Binekasri

Saksikan video menarik berikut ini: