alexametrics

Permintaan dari Eropa Turun, Ekspor Tembaga Merosot 20,88 Persen

5 Oktober 2019, 19:00:25 WIB

JawaPos.com – Meningkatkan kinerja ekspor Jawa Timur (Jatim) tidak mudah. Isu perang dagang, kemelut British Exit alias Brexit, dan perlambatan pertumbuhan ekonomi sedikit banyak menghambat permintaan ekspor. Barang dari logam, khususnya tembaga, menjadi komoditas dengan penurunan ekspor terbanyak.

Pada Januari hingga Agustus 2019, nilai ekspor tembaga mencapai USD 744,16 juta (sekitar Rp 10,5 triliun). Jumlah itu turun 20,88 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

“Permintaan dari Eropa turun,” kata Ketua Dewan Pengurus Daerah Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (DPD GPEI) Jatim Isdarmawan Asrikan saat dijumpai di kantornya, Jumat (4/10).

Itu terjadi karena isu Brexit memengaruhi kondisi pasar dan industri di Benua Biru. Dua negara Eropa yang permintaan ekspornya ke Indonesia turun drastis adalah Jerman dan Italia.

“Kalau seperti ini, kembali lagi ke industri dan eksportirnya. Harus pintar-pintar cari peluang. Sebab, barang kita juga bersaing dengan negara lain,” ujar Isdarmawan.

Kasi Ekspor Bidang Perdagangan Internasional Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Abdiel Popang Kabanga mengakui, perang dagang membuat tantangan ekspor kian berat. Rantai pasok komoditas bahan baku untuk produksi manufaktur di luar negeri juga terganggu.

“Sebenarnya itu peluang. Tapi, kembali lagi, apakah kita mampu,” ucapnya.

Secara umum, ekspor Jatim masih bagus. Namun, kinerja ekspor beberapa komoditas sulit tumbuh. Selain barang dari tembaga, barang-barang yang mengalami penurunan ekspor adalah kayu dan furnitur. Juga, lemak dan minyak hewani-nabati, ikan, udang, serta produk-produk kimia.

“Secara track record, masih bagus. Peluang kita ada di komponen otomotif, atau barang high technology,” paparnya.

Menurut Popang, dinas terus mendorong pengusaha Jatim agar dapat menembus pasar non tradisional. Terkait peningkatan kualitas barang, dinas juga memberikan pelatihan dan ruang kepada pihak industri agar bisa menggaet buyer sebanyak-banyaknya.

“Kami terus mendorong ekspor Jatim agar meningkat,” imbuhnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (rin/c18/hep)


Close Ads