JawaPos Radar

Tahun Politik Bikin Sektor Properti Melorot? Ini Cara Jitu Pengembang

05/10/2017, 22:59 WIB | Editor: Muhammad Syadri
Tahun Politik Bikin Sektor Properti Melorot? Ini Cara Jitu Pengembang
Sinar Mas Land bersama Perbankan meluncurkan Price Lock (Rieska/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Menjelang tahun politik pada 2018 dan 2019, para pelaku sektor properti melakukan berbagai ancang-ancang strategi untuk mempertahankan geliat penjualan. Para pelaku sektor properti berupaya menggulirkan berbagai program untuk mengatasinya. Diprediksi, angka pertumbuhan sektor properti (index growth) turun hingga 30-40 persen pada 6 bulan usai pemilu.

CEO Strategic Development and Sevices Sinar Mas Land Ishak Chandra menjelaskan pada tahun politik nanti, konsumen tidak akan langsung membeli, tetapi melihat situasi atau wait and see terlebih dahulu. Menurutnya, pada pertumbuhan properti tahun ini juga tak sebaik tahun lalu.

"Namun pada 2016, pelaku properti masih punya hope di 2017. Sekalipun tahun ini enggak lebih bagus dari tahun lalu juga," tukas Ishak dalam peluncuran program Price Lock di Kota Kasablanka, Kamis (5/10).

Masalahnya, kata Ishak, tahun ini para konsumen properti masih menunggu dua tahun ke depan. Tentu penyebabnya karena Pemilu.

"Coba perhatikan, nanti 6 bulan setelah election tren properti naik lagi," ungkap Ishak.

Karena itu Sinar Mas Land menggulirkan program Price Lock, untuk mengunci harga bagi konsumen yang ingin membeli properti tapi khawatir harga tahun depan akan naik. Program tersebut menggandeng sepuluh bank untuk mempermudah cara pembayaran.

"Ada berbagai macam keuntungan yang menarik bagi para konsumen, mulai dari keringanan pembayaran down payment, direct discount hingga 20 persen, voucher, sampai grand prizes," ujarnya.

Produk-produk properti Sinar Mas Land yang ditawarkan dalam program Price Lock meliputi produk properti stock serta yang sudah diluncurkan oleh Sinar Mas Land. Semua proyek Sinar Mas Land seperti residensial di area Jakarta BSD City, Balikpapan, Batam, Cibubur, dan bangunan komersial. Ada lagi Aerium, Akasa, Kota Wisata, Wisata Bukit Mas, Legenda Wisata, Banjar Wijaya, Grand City Balikpapan, Southgate, Casa De Parco, Taman Permata Buana, Navapark, The Elements, Klaska Residence, The Icon Business Park, Pasar Modern, Deltamas, Pesona Wisata Dunia Balikpapan serta Nuvasa Bay Batam.

Mekanismenya adalah konsumen bisa membayar down payment (DP) sebesar 15 persen pada Oktober-Desember 2017, yang bisa dicicil 24 kali. Konsumen akan bisa “cuti bayar” atau tidak bayar dalam jangka waktu tiga tahun untuk membayar sisanya. Karena sisa 85 persen baru akan dibayar pada Januari 2020.

Jika konsumen melakukan pelunasan sebelum Januari 2019, akan ada potongan harga tambahan sebesar 5 persen. Dengan begitu, konsumen tak perlu menunggu sampai tahun politik dua tahun ke depan.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up