alexametrics

Jokowi Pilih Kembangkan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

5 September 2015, 07:25:00 WIB

JawaPos.Com – Mimpi Indonesia untuk memiliki kereta super-cepat tak sepenuhnya sirna. Presiden Joko Widodo mengatakan, setelah membatalkan proyek kereta cepat jurusan Jakarta – Bandung, pemerintah berencana mengalihkan proyek tersebut ke jalur Jakarta – Surabaya.

 

“Saat ini sedang dipersiapkan pengembangannya,” ujar presiden yang beken disapa dengan nama panggilan Jokowi itu melalu pernyataan resmi yang dikeluarkan Kantor Staf Presiden, Jumat (4/9).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Sofyan Djalil menambahkan, pemerintah memang menilai proyek kereta cepat akan lebih tepat dan bermanfaat jika dibangun untuk jalur Jakarta – Surabaya. “Karena kota yang dilalui lebih banyak, sehingga dampak ekonominya lebih besar,” katanya saat ditemui di Kantor Presiden kemarin.

Menurut Sofyan, sebagaimana di negara-negara maju, pengembangan kota berjalan beriringan dengan pengembangan moda transportasi seperti kereta. Misalnya, jika kereta cepat dibangun sepanjang Jakarta – Surabaya, maka masyarakat yang selama ini bekerja dan tinggal di Jakarta dan sekitarnya bisa tinggal di kota-kota satelit seperti Karawang atau Cikarang.

“Sebab, kalau berangkat kerja ke Jakarta masih terjangkau dalam waktu singkat,” ucapnya.

Bappenas sebelumnya memang pernah membuat cetak biru proyek kereta cepat Jakarta – Surabaya dengan nama Argo Cahaya. Ada dua opsi rute. Pertama, Jakarta – Cirebon – Semarang – Surabaya. Ke dua, Jakarta – Bandung – Cirebon – Semarang – Surabaya.

Namun, terkait perkembangan terbaru rencana pembangunan kereta dengan spesifikasi "agak cepat" jalur Jakarta – Bandung, maka opsi yang lebih memungkinkan untuk jalur kereta cepat kini adalah Jakarta-Cirebon-Semarang-Surabaya.

Rencananya, jalur kereta cepat akan dimulai dari Stasiun Sudirman Jakarta Pusat hingga Stasiun Pasar Turi Surabaya. Dengan kecepatan 300 – 350 kilometer per jam, jarak Jakarta – Surabaya sejauh 725 kilometer hanya membutuhkan waktu tempuh 2 jam 30 menit dengan singgah di beberapa stasiun.

Sebagai gambaran, dengan kereta eksekutif Argo Bromo saat ini, butuh waktu 9 –  10 jam dengan kecepatan 70 – 120 kilometer per jam untuk menempuh jarak yang sama.

Terkait investasi yang dibutuhkan untuk membangun kereta api cepat Jakarta – Surabaya, Sofyan mengaku belum memiliki angka detilnya. Meski Bappenas sudah memiliki perkiraan sekitar Rp 180 triliun, namun angka itu diyakini bakal berubah seiring pergerakan nilai tukar rupiah dan harga komoditas seperti baja. “Apalagi, proyek ini kan kan rencana jangka panjang,” jelasnya.

Dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas) sempat disebutkan bahwa proyek kereta cepat layaknya Shinkansen di Jepang ini bakal mulai dibangun pada 2020 dengan masa pengerjaan sekitar 5-7 tahun. “Nanti ada studi kelayakan dulu, jadi belum tahu kapan pastinya akan mulai dikerjakan,” kata Sofyan.(owi/dim/mia/ken/gen/JPG)

Editor : ayatollah

Saksikan video menarik berikut ini:

Jokowi Pilih Kembangkan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya