Bauran EBT Baru Capai 11,5%, Ini Strategi Pemerintah Capai 23% di 2025

5 Februari 2022, 16:53:55 WIB

JawaPos.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan strategi guna memenuhi target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) menjadi 23 persen 2025 mendatang. Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) ESDM Hendra Iswahyudi menegaskan, hal tersebut perlu dilakukan mengingat hingga 2021 bauran EBT baru mencapai 11,5 persen.

“Kita perlu mempercepat. Sejak 2018 hingga 2021, memang di posisi 2021 kita hanya mampu mencapai 11,5 persen. Padahal di 2025, targetnya 23 persen,” kata Hendra Iswahyudi dalam webinar, Sabtu (5/2).

Hendra memaparkan, saat ini pemerintah telah menyelesaikan Rancangan Peraturan Presiden (RPerpres) terkait harga EBT. Sebab, perlu menyesuaikan harga ideal sesuai dengan iklim usaha agar kondusif bagi pengembang EBT.

“Di sisi lain, konsumen EBT mendapat harga yang terjangkau,” tuturnya.

Hendra melanjutkan, pemerintah saat ini telah menerapkan Peraturan Menteri ESDM terkait PLTS Atap, mandatori bahan bakar nabati, pemberian insentif fiskal dan non-fiskal untuk EBT. Lalu, ada kemudahan perizinan berusaha, serta mendorong demand ke arah energi listrik misalnya mobil listrik, kompor listrik dan electrifying lifestyle (memasyarakatkan listrik) lainnya.

“Kuncinya sub EBT sudah jelas mengenai harga. Kenapa dalam karbon pricing kita tinggi karena masih disusun sehingga ada kesetaraan dengan memasukan faktor-faktor emisi yg dihasilkan,” tuturnya.

Hendra menyebut, potensi EBT di Indonesia saat ini sudah sangat besar yaitu mencapai 3.686 gigawatt (GW). Diantaranya, mulai dari energi surya, air, bioenergi, panas bumi, dan laut. Namun hingga kini hanya 0,3 persen dari total potensi yang dimanfaatkan, sehingga ke depan potensi-potensi energi baru yang ada harus lebih dikembangkan.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Romys Binekasri

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads