JawaPos Radar

Garam Langka dan Mahal, Ini Saran untuk Pemerintah

04/08/2017, 23:36 WIB | Editor: Ilham Safutra
Garam Langka dan Mahal, Ini Saran untuk Pemerintah
Ilustrasi (Ismail Pohan/Indopos/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kelangkaan garam dan melambungnya harga komoditas itu di tengah pasar membuat masyarakat kalang kabut. Para pemangku kebijakan diminta untuk menurunkan ego sektoral agar harga garam kembali normal.

Ekonom Universitas Indonesia (UI) Berly Martawardaya mengungkapkan, melonjaknya harga garam karena produksi menurun sedangkan permintaan tetap tinggi. Kebijakan impor garam yang dikemukakan oleh pemerintah hanyalah sebuah solusi jangka pendek. Namun setelah itu ada kebijakan yang bisa meningkatkan produksi garam.

"Solusi jangka pendek ya impor tapi harus jadi target kebijakan sistematis untuk tingkatkan kapasitas produksi dalam 2-3 tahun ke depan,” kata Berly kepada wartawan, Jumat (4/8).

Menurutnya, untuk mendongkrak jumlah produksi garam diperlukan kebijakan sistematis disertai teknologi dan manajemen yang baik. Dia meminta lokasi tempat produksi juga perlu diperhatikan. Jika tempat produksi jauh dari lokasi pembeli, harga jual akan mahal, karena biaya transport jauh.

Sementara itu, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menambahkan, sebenarnya pemerintah sudah memiliki program untuk petani garam. Yakni program Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGAR). Namun, implementasinya tidak berjalan maksimal.

"Program ini yang tak jalan. Realisasi bantuan tidak pernah mencapai 100 persen, target produksi garam dari PUGAR hanya 51,4 persen dari target. Jadi, programnya sudah ada, tetapi tidak serius diawasi pemerintah," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku impor garam sebanyak 75 ribu ton dari Australia terpaksa dilakukan. Pemilihan impor dari Australi, karena jarak tempuhnya yang relatif singkat. Sehingga mempercepat garam sampai di Indonesia.

"Kita semua berharap ke depannya Indonesia dapat swasembada garam, dan menjadi negara yang berdirikari," tandasnya.

(iil/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up