Tok! DPR Setujui PMN Tunai 2023 untuk 10 BUMN sebesar Rp 69,82 Triliun

Ada PMN Nontunai, juga Restu Aksi Korporasi
4 Juli 2022, 18:31:02 WIB

JawaPos.com – Komisi VI DPR menyetujui usulan penyertaan modal negara (PMN) 2023 dan inisiatif aksi korporasi 2022. Pimpinan rapat kerja Komisi VI dengan Menteri BUMN Erick Thohir, Mohamad Hekal, mengatakan, Komisi VI setuju memberikan PMN tunai dan nontunai untuk tahun anggaran 2023 dan inisiatif aksi korporasi 2022.

“Komisi VI DPR menyetujui usulan penyertaan modal negara tahun anggaran 2023,” ucap Hekal saat rapat kerja terkait usulan PMN tunai dan nontunai 2023 dan insiatif aksi korporasi 2022 di Gedung DPR, Jakarta, Senin (4/7).

Hekal menyampaikan Komisi VI menyetujui usulan PMN tunai 2023 kepada sepuluh BUMN senilai Rp 69,82 triliun. Hekal menyebut PMN tunai diberikan untuk BUMN dalam menjalankan penugasan yang diberikan pemerintah, pengembangan usaha, memperkuat struktur permodalan, dan meningkatkan kapasitas perusahaan.

Selain PMN tunai, Hekal menambahkan, Komisi VI juga menyetujui usulan PMN nontunai 2023 sebesar Rp 838,4 miliar kepada PT Len Industri dan Rp 2,6 triliun kepada PT RNI, untuk memperkuat struktur permodalan dan perbaikan kinerja perusahaan.

Hekal menyampaikan, Komisi VI juga memberikan lampu hijau kepada pemerintah untuk aksi korporasi kepada PT Krakatau Steel, Semen Indonesia, Waskita Karya, Adhi Karya, BTN, Semen Kupang, dan Garuda Indonesia.

Berikut 11 BUMN yang mendapat PMN tunai 2023.

1. PT PLN (Persero),

2. PT Len Industri (Persero),

3. PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero),

4. PT Hutama Karya (Persero),

5. PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau In Journey,

6. PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau IFG,

7. PT KAI (Persero),

8. PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero),

9. Perum Damri, dan

10. Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Nasional (LPPNPI) atau AirNav Indonesia.

Editor : Estu Suryowati

Saksikan video menarik berikut ini: