alexametrics
Digelar 4-7 Desember 2019 di JIEXpo Kemayoran

Pameran Manufacturing Indonesia Tampilkan Teknologi Industri Terbaru

3 Desember 2019, 09:00:05 WIB

JawaPos.com – Sektor industri manufaktur telah menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan bagi Indonesia. Selain memberikan lapangan pekerjaan yang besar, hasil produksi sektor ini juga mulai tumbuh untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri dan ekspor.

PT Pamerindo Indonesia, spesialis penyelenggara pameran dagang khusus untuk pasar Indonesia berencana mengadakan Pameran Manufacturing Indonesia 2019 Series. Pameran manufaktur internasional terbesar di Indonesia ini diharapkan bisa menjadi platform ideal bisnis profesional untuk pemain manufaktur di Indonesia dan Asia Tenggara.

Pameran Manufacturing Indonesia akan diselenggarakan tanggal 4 hingga 7 Desember 2019, di Jakarta International Expo Kemayoran, menampilkan beragam teknologi, layanan manufaktur terbaru dan terbaik dari para pemain kunci dibidangnya.

Maysia Stephanie, Event Director PT Pamerindo Indonesia mengatakan, “Di Manufacturing Indonesia 2019, lebih dari 30 ribu calon pembeli dan pelaku profesional dapat terhubung langsung dengan ribuan perusahaan yang hadir memamerkan berbagai teknologi mesin, komponen, serta otomisasi termuktahir. Sebagai pameran terbesar di sektor industri, Manufacturing Indonesia 2019 menjadi wadah yang tepat untuk mendapatkan berbagai solusi terbaik bagi kebutuhan industri.”

Menurutnya, produk dan terobosan teknologi yang disajikan selama empat hari pameran, baik dari perusahaan dalam negeri maupun internasional, akan memperkuat seluruh ekosistem industri. “Ini bagian dari dukungan Manufacturing Indonesia dalam menyambut manufaktur pintar guna mendukung pemerintah dalam mendorong implementasi industri 4.0,” imbuh Maysia.

Manufaktur merupakan salah satu sektor yang mekanismenya banyak menggunakan peran teknologi. Beberapa transformasi pada revolusi 4.0 diantaranya, kehadiran mesin-mesin uap, listrik, komputerisasi, dan teknologi dalam industri. Kehadiran revolusi ini telah banyak membantu aktivitas manusia dari segi kualitas dan efisiensi waktu.

Adopsi teknologi informasi dan komunikasi, beberapa diantaranya seperti Internet of Things (IoT), Cloud Computing, Artificial Intellegence, Mobility, Virtual, Augmented Reality dan Big data menjadi faktor penting yang dapat membawa perubahan di sektor manufaktur.

Untuk itu, selama penyelenggaraan pameran Manufacturing Indonesia 2019, Pamerindo Indonesia memfasilitasi Tech Talk Corner yang diperuntukkan sebagai wadah diskusi seputar teknologi antara regulator, pakar, pelaku bisnis dan industri, serta pengunjung pameran.

Indonesia dalam laporan World Economic Forum (WEF) pada Annual Meeting of the New Champions di Dalian, Tiongkok, Juli 2019 lalu, dinyatakan sebagai negara yang diperhitungkan dalam penerapan revolusi industri 4.0. Sesuai dengan peta jalan Making Indonesia 4.0, Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk memacu kesiapan sektor manufaktur nasional di era industri 4.0.

Saat ini, lima sektor industri di Indonesia yang menjadi prioritas pengembangan adalah industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronika, dan kimia. Tentunya hal ini membutuhkan berbagai dukungan dari berbagai pihak termasuk sektor swasta.

Riset McKinsey juga mengungkapkan bahwa industri 4.0 memberikan dampak yang signifikan terhadap sektor manufaktur di Indonesia. Penerapan digitalisasi pada industri akan mendorong pertambahan hingga sebesar USD 150 miliar atau sekitar Rp 2.100 triliun lebih atas hasil ekonomi di tahun 2025.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Saifan Zaking



Close Ads