alexametrics

Indef: BUMN Rugi Dapat Suntikan PMN Perlu Dikawal Pansus

3 Desember 2019, 21:27:14 WIB

JawaPos.com – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang merugi lalu mendapatkan suntikan dana dari Penyertaan Modal Negara (PMN) perlu pengawasan khusus dari komisi VI. Lantas Kementerian BUMN perlu membentuk panitia khusus (Pansus) untuk membantu mengawal keefektifitasan dana PMN tersebut.

“Makanya harus dibedah melalui pembentukan pansus, panitia khusus komisi VI terkait Efektifitas PMN terhadap BUMN khususnya yang rugi terus,” ujar Pengamat Indef Bhima Yudhistira saat dihubungi oleh Jawapos.com, Selasa (3/12).

Bhima menjabarkan, BUMN yang masih merugi atau BUMN yang sakit harus dibedah terkait beberapa hal. Diantaranya, apakah adanya kesalahan manajemen sehingga diperlukan perombakan Direksi dan Komisaris di tubuh BUMN tersebut, atau adanya beban hutang yang terlalu besar sehingga dana PMN hanya habis untuk membayar bunga hutang.

“Selanjutnya, posisi BUMN yang sakit tapi menerima PMN ini mau diapakan? Apakah mau dihentikan sementara atau kalau (kerugiannya) signifikan terpaksa harus di likuidasi BUMN yang sakit ini,” jelasnya.

Menurutnya, tugas dari Menteri BUMN adalah membereskan perusahaan-perusahaan plat merah yang sakit. Khususnya melakukan rasionalisasi terhadap BUMN yang keluar dari bisnis utamanya.

Terakhir, pengendalian utang terhadap BUMN juga sangat penting. Hal tersebut untuk mengantisipasi suntikan PMN habis hanya untuk membayar hutang.

“Karena rasio utang meningkat sementara performa tidak berbanding lurus dengan kenaikan tingkat utang. Laba nya tidak berbanding lurus dengan kenaikan tingkat utang sehingga terjadi beban terhadap APBN Kedepannya jika hutang tersebut bermasalah,” tandasnya.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Romys Binekasri



Close Ads