JawaPos Radar

2020, Kementerian Perindustrian Targetkan 20 Ribu Pengusaha Baru

03/08/2018, 21:31 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih
PENGUSAHA BARU: Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih saat memberikan sambutan pameran produk di UMS, Jumat (3/8). (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan di tahun 2020 mendatang ada 20 ribu pengusaha baru. Salah satu upaya yang dilakukan Kemenperin untuk merealisasikan target tersebut adalah menggandeng perguruan tinggi di Indonesia.

Pasalnya, selama ini perguruan tinggi banyak melakukan penelitian dan menghasilkan berbagai produk yang bisa dipasarkan. 

Demikian sebagaimana disampaikan Dirjen Industri Kecil dan Menengah, Kemenperin, Gati Wibawaningsih di sela membuka pameran produk hasil penelitian di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jumat (3/8).

Gati menambahkan, selain memasarkan produk hasil penelitian, upaya yang dilakukan oleh Kemenperin adalah dengan merekrut mahasiswa dan juga siswa SMK. 

"Mahasiswa dan pelajar yang direkrut ini nanti kami berikan pelatihan. Selama ini banyak sekolah yang sudah dihadirkan di bawah naungan Kemenperin, seperti sekolah tekstil, mengolah kulit hewan dan juga pelatihan lainnya," urainya.

Tidak hanya memberikan pelatihan saja, nantinya para mahasiswa dan pelajar juga akan mendapatkan pendampingan dari Kemenperin. Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan akan memunculkan wirausahawan baru. 

Sementara itu, mengenai peralatan yang akan digunakan oleh para mahasiswa atau siswa saat membuka usaha, Gati menjanjikan akan memberikan bantuan. Hanya saja untuk bantuan tidak diberikan sepenuhnya atau 100 persen.

"Kalau nanti peralatan kami berikan secara 100 persen, mereka jadinya tidak punya rasa memiliki. Jadi nanti hanya diberikan bantuan potongan harga saja," katanya. 

Gati mencontohkan untuk barang produksi dalam negeri bantuan yang diberikan sebesar 30 persen. Kemudian untuk barang atau peralatan dari luar negeri bantuan yang diberikan 25 persen.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up