alexametrics

Harga Turun, PGN Grup Tandatangani 4 Kontrak Pembelian Gas Bumi

3 Juni 2020, 20:35:46 WIB

JawaPos.com – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaksanakan letter of agreement (LoA) terkait penjualan harga gas bumi untuk industri. Dalam hal ini, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku pembeli pun menandatangani LoA tahap kedua yang juga dihadiri oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif.

PGN Grup termasuk Pertamina Gas dan Pertagas Niaga yang merupakan afiliasi sub holding gas dan juga sebagai salah satu pembeli, menandangani LoA dengan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Group, PT Kodeco dan PT Mandiri Madura Barat yang berlaku sebagai penjual, dengan 4 kontrak yaitu sebagai berikut :

1. Kesepakatan Bersama Atas Perjanjian Jual Beli Gas dari Wilayah Kerja Komering, dengan volume sesuai Kepmen 89K sebesar 1,2 MMSCFD untuk pemanfatan pada industri di Sumatera Selatan dan Jawa Barat. Harga penyesuaian menjadi USD 6 per MMBTU dari harga sebelumnya sebesar USD 8,37 sampai USD 8,52 per MMBTU.

2. Kesepakatan Bersama Atas Perjanjian Jual Beli Gas dari Wilayah Jambi Merang, dengan volume sesuai Kepmen ESDM 91K/2020 sebesar 35 BBTUD untuk pemanfaatan pada sektor kelistrikan Batam. Harga gas penyesuaian menjadi USD 4 sampai USD 4,06 per MMBTU.

3. Kesepakatan Bersama Penyaluran Gas dari Wilayah Kerja North Sumatra Offshore untuk PT Pupuk Iskandar Muda dan Industri di Aceh dan Sumatra. Volume yang disalurkan sesuai Kepmen ESDM 89K/2020 sebesar 8,5 BBTUD. Harganya penyesuaian menjadi USD 4 sampai USD 4,5 per MMBTU, dari harga awal sebesar USD 6,25 per MMBTU.

4. Kesepakatan Bersama Atas Perjanjian Jual Beli Gas dari Wilayah Kerja West Madura Offshore, dengan volume sesuai Kepmen 89K/20 sebesar 19 BBTUD untuk pemanfaatan pada sektor pupuk dan industri di Jawa Timur. Pada jangka waktu sampai Desember 2021, harga gas penyesuaian sebesar USD 5,33 per MMBTU. Selanjutnya sampai 31 Desember 2022, harga gas penyesuaian sebesar USD 4,5 per MMBTU.

Ilustrasi pengembangan jaringan distribusi gas PGN ke pelanggan industri. (Istimewa)

Harga gas bumi tersebut, berlaku sampai dengan berakhirnya waktu penyesuaian harga Gas Bumi dalam Kepmen ESDM 89K/2020. Jangka waktu penyesuaian harga gas bumi dapat diperpanjang, apabila terdapat keputusan lebih lanjut dari Menteri ESDM.

“Sebagai pelaku usaha midstream yang menyalurkan gas dari hulu migas ke industri pengguna gas, dengan penandatanganan perjanjian LOA ini menjadi tanda bahwa kami telah membeli dengan harga gas yang lebih rendah sebagaimana ketentuan dalam Permen ESDM agar harga gas di industri berada pada harga USD 6 per MMBTU,” ungkap Direktur Utama PGN Suko Hartono dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6).

“Kami menyakini dengan harga jual ke pengguna gas industri yang lebih rendah dibandingkan sebelumnya akan berdampak positif pada peningkatan daya saing bagi industri nasional,” sambung dia.

Pihaknya memproyeksikan bahwa permintaan gas akan meningkat, sehingga akan mendorong PGN untuk meningkatkan kapasitas dan jangkauan infrastruktur gas. Selain itu, juga akan memberikan dampak berganda pada pertumbuhan industri, pertumbuhan titik ekonomi baru, hilirisasi industri gas serta dampak positif lainnya bagi perekonomian nasional.

PGN juga telah menyiapkan berbagai ketentuan teknis untuk pelaksanaan Kepmen Harga Gas yang nantinya akan disepakati bersama pelanggan. “Dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, PGN juga memastikan kesiapan internal untuk pengoperasioan pengaliran gas, menganalisa dan menyusun mitigasi risiko pengimplementasiannya,” imbuh Suko.

Kata dia, PGN akan terus berupaya semaksimal mungkin dalam menjaga kehandalan penyaluran gas dan pembangunan infrastruktur gas bumi. Di satu sisi, pihaknya terus memperhitungkan skenario pelaksanaan dan evaluasi secara detail agar pelaksanaan kebijakan baru ini tidak menganggu keberlangsungan bisnis PGN, baik pada sisi operasional maupun finansial.

Selain itu, PGN juga akan melakukan efisiensi dengan menurunkan biaya operasi, untuk selanjutnya dilakukan dengan cara salah satunya integrasi dan optimalisasi aset PGN Pertagas.

“Ini juga akan memacu PGN untuk fokus pada bisnis utama. Tapi nantinya juga akan melakukan inovasi agar memberi nilai nambah dari gas bumi untuk petumbuhan ekonomi nasional. Diantaranya melalui pemanfaatan industri turunan gas seperti petrochemical dan methanol,” tambah dia.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Saifan Zaking, ARM



Close Ads