JawaPos Radar

Schneider Electric Penetrasi Pasar Surabaya dan Indonesia Timur

03/05/2018, 08:05 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Schneider Electric
PRODUK LISTRIK: Country President Schneider Electric Indonesia Xavier Denoly dan Vice President Partner Project and EcoBuilding Business Schneider Electric Indonesia Martin Setiawa memperlihatkan pelbagai produk sistem kelistrikan dan penghematan energi S (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Schneider Electric menggelar diskusi tentang transformasi digital dalam pengelolaan energi. Pembahasan utamanya mengenai perluasan penetrasi pasar produk sistem kelistrikan di Surabaya dan Indonesia Timur. 

Vice President Partner Project and Eco Building Business Schneider Electric Indonesia Martin Setiawan mengatakan, penetrasi pasarnya menyasar semua gedung bertingkat. Terutama, gedung bertingkat yang mengutamakan konsumsi listrik yang besar. 

Contohnya, rumah sakit. Menurutnya, rumah sakit membutuhkan daya listrik yang besar dan berkelanjutan. Maksudnya, kondisi kelistrikan di rumah sakit tidak boleh terganggu. 

"Kami menilai rumah sakit itu mengutamakan patient savety. Jadi, jangan sampai saat dokternya sedang mengoperasi pasien, tiba-tiba listriknya padam," kata Martin saat ditemui wartawan di hotel Sharilla, Surabaya, Rabu (2/5). 

Kemudian, penetrasi pasar Schneider Electric juga menyasar gedung data atau command center. Gedung command center membutuhkan tenaga listrik yang dapat diandalkan selama 24 jam. 

Tak hanya command center. Schenider juga menyasar hotel bintang lima. Menurutnya, hotel bintang lima biasanya berupa gedung bertingkat. Sehingga, butuh sistem kelistrikan dan efisiensi energi. 

Misalnya penggunaan air conditioner (AC) di ruang Ballroom. Ruang Ballroom tersekat dengan sistem kelistrikan yang tidak sesuai, AC-nya dapat menyala di semua ruangan. Meski, tidak semua ruang Ballroom terpakai. 

"Dengan sistem yang kami tawarkan, pihak hotel dapat terbantu dalam hal menghemat energi mereka," terang Martin. 

Ditanya target pasar, Martin menyatakan akan menjaring pangsa pasar sebanyak banyaknya. Hanya, saat ini mayoritas pengguna produk Schneider Electric masih pada sektor industri. Yakni, industri makanan minuman, petro chemical, dan pabrik. 

"Kami juga men-support industri baru dan yang sudah ada. Sehingga, penggunaan energi mereka dapat lebih efisien," katanya. 

General Manager PLN Distribusi Jawa Timur Bob Saril mengatakan, memang ada penguatan daya listrik di rumah sakit. Sehingga, rumah sakit termasuk pelanggan premium. 

Maksudnya, ada pasokan listrik ganda di rumah sakit. Jadi jika ada satu kelistrikan yang tidak berfungsi atau mati, sistem yang lain otomatis akan memasok listrik. 

"Menurut saya Schneider dapat menyediakan sistem tersebut. Kami ini salah satu konsumennya juga. Karena produknya bagus," pungkasnya.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up