alexametrics

Kasus Korona Makin Banyak, Peritel Sebut Tidak Ada Panic Buying Lagi

3 April 2020, 08:52:01 WIB

JawaPos.com – Masyarakat sempat melakukan panic buying pada saat pemerintah mengumumkan kasus Covid-19 pertama kali di Indonesia pada 3 Maret lalu. Akan tetapi, untuk sekarang ini, pembelian secara berlebihan tidak terlihat lagi.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Fernando Repi menjelaskan bahwa aktivitas tersebut di karenakan akibat kepanikan masyarakat akan habisnya stok bahan pokok pangan. Pasalnya, masyarakat mengira pemerintah akan segera memberlakukan lockdown atau karantina wilayah.

“Lonjakan pembelian itu kan waku di awal-awal setelah diumumkan pemerintah (ada pasien positif virus Korona, Red), kemudian ada sempat panic buying. Tapi sekarang ini udah nggak ada,” kata dia kepada JawaPos.com beberapa waktu lalu.

Kemudian, pihaknya juga menyampaikan bahwasanya pemerintah harus mengutamakan logistik untuk para peritel, khususnya di sektor makanan dan minuman. “Logistik untuk ritel itu diutamakan, terus yang buka toko tetap juga diberikan kesempatan dibuka gerainya sehingga masyarakat punya akses untuk pergi berbelanja kebutuhan sehari-hari. Dengan demikian, tidak ada terjadi kepanikan. Kalau ditutup semua akan terjadi panik lagi,” ungkap dia.

Fernando juga mengungkapkan, untuk saat ini pemerintah telah bekerja dengan baik untuk melakukan pengiriman logistik-logistik tersebut, khususnya untuk wilayah-wilayah yang terdampak paling besar.

“Stok aman di ritel modern. Baik bahan mentah maupun bahan baku yang terkait produk-produk yang dijual di ritel. Semua bagus,” jelasnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Saifan Zaking

Saksikan video menarik berikut ini: