alexametrics

IHSG Positif, BI Yakin Rupiah Bisa Rp 15 Ribu Per USD pada Akhir Tahun

3 April 2020, 00:05:01 WIB

JawaPos.com – Tren positif bursa saham Asia mengerek IHSG untuk finis di zona hijau Kamis (2/4) sore. Kebijakan stimulus pemerintah Indonesia cukup membuat perdagangan saham bergairah.

Sejak pagi, IHSG dibuka negatif. Terkoreksi 46 poin atau 1,03 persen ke posisi 4.419,98. Bahkan, hingga sesi 1 ditutup, merosot 5 poin (0.1 persen) di posisi 4.460,48.

Perlahan tapi pasti, IHSG merangkak naik pada pembukaan sesi 2. Hingga penutupan, saham gabungan tanah air sukses finis positif di level 4,531.68. Meningkat 65.65 poin atau 1.47 persen.

Mayoritas saham penting Asia yang menghijau membuat perdagangan saham Indonesia kembali semringah. Tercatat, Hang Seng Index menguat 194,27 poin di posisi 23.280,06. Ada juga, Shanghai (SEE) Composite Index yang finis di 2.780,64 atau naik 1,69 persen, dan CSI 300 yang ditutup positif pada level 3.734,53.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menuturkan, langkah pemerintah merumuskan berbagai kebijakan dan stimulus ekonomi sudah tepat. menyiapkan stimulus hingga Rp 405 triliun. Rp 75 triliun di antaranya digunakan untuk menambah anggaran kesehatan, Rp110 triliun untuk safety net, dan sisanya akan digunakan sebagai program pemulihan perekonomian.

Meski demikian, implementasi stimulus tersebut harus didukung pembatasan mobilitas manusia. “Yang mana menjadi salah satu fasilitas menularnya Covid-19,” ujarnya kepada Jawa Pos.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menyatakan akan menerapkan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSSB) dengan opsi Darurat Sipil. Dalam berbagai model, pengetatan mobilitas manusia secara masif dapat mempercepat proses selesainya wabah.

Meski pembatasan tersebut akan berdampak negatif terhadap perekonomian jangka pendek. Mengingat, aktivitas ekonomi akan menjadi sangat terbatas ketika pemerintah memberlakukan kondisi PSSB atau darurat sipil.

“Maka PSSB atau darurat sipil akan berguna sebagai komplementer dari kebijakan stimulus yang sudah terlebih dahulu akan diberikan,” terangnya.

Sementara itu, nilai tukar rupiah diperdagangkan Rp 16.741 per USD pada Kamis (2/4). Melemah dibandingkan per 1 April di level Rp 16.413 per USD. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menuturkan, nilai tukar rupiah saat ini masih memadai. Dia meyakini nilai tukar rupiah bergerak stabil sepanjang tahun ini.

“Bahkan, akan cenderung menguat ke sekitar Rp 15.000 per USD pada akhir tahun ini,” ucapnya dalam konferensi pers virtual Kamis (2/4).

BI juga meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi tidak akan lebih rendah dari 2,3 persen pada tahun 2020. Perry menyatakan, sudah menyusun langkah-langkah strategis mengantisipasi kondisi ekonomi terburuk bersama pemerintah, OJK, dan LPS.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Agas Putra Hartanto



Close Ads