JawaPos Radar

Ini Jurus Pemerintah Tekan Angka Kemiskinan Hingga 1,19 Juta Orang

03/01/2018, 02:55 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Ini Jurus Pemerintah Tekan Angka Kemiskinan Hingga 1,19 Juta Orang
Kemiskinan Jakarta (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Angka kemiskinan pada September 2017 tercatat sebesar 26,58 juta orang. Angka ini turun 1,19 juta orang dibanding periode Maret 2017 sebesar 27,77 juta orang.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, hasil itu tidak terlepas dari optimalnya bantuan sosial (bansos) yang diberikan pemerintah kepada rakyat miskin.

"Penurunan angka kemiskinan menunjukkan bahwa penyaluran bansos pemerintah baik rastra dan program keluarga harapan berjalan dengan baik," ujarnya kepada JawaPos.com, Rabu (3/1).

Selain itu, turunnya angka kemiskinan juga dikontribusikan oleh peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan pemerintah. Selama ini, program-program kesehatan milik pemerintah seperti BPJS kerap menyulitkan rakyat miskin.

"Pelayanan kesehatan juga semakin baik, dengan adanya BPJS orang miskin bisa berobat tanpa biaya," tuturnya.

"Disisi yang lain faktor makro juga berpengaruh yakni perbaikan kinerja ekspor karena naiknya harga komoditas di daerah menyebabkan pendapatan masyarakat secara umum membaik," tandasnya.

Sebelumnya, Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, secara persentase, penduduk miskin pada September 2017 sebesar 10,12 persen dari total penduduk Indonesia. Jumlah itu mengalami penurunan sebesar 0,52 persen dibanding Maret 2017.

"Pada September ini pencapaian yang paling bagus, di mana penurunanya paling cepat," tuturnya.

Lanjutnya, presentase penduduk miskin di daerah perkotaan juga tercatat mengalami penurunan sebesar 0,46 persen dari sebelumnya 7,72 persen menjadi 7,26 persen pada September 2017.

"Secara jumlah, pada periode Maret-September 2017 jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 401 ribu orang, yaitu dari 10,67 juta orang pada Maret 2017 menjadi 10,27 juta orang pada September 2017," jelas dia.

Untuk di pedesaan, jumlah penduduk miskin hanya mengalami penurunan sebesar 786 ribu orang dari sebelumnya 17,10 juta orang pada Maret 2017 menjadi 16,31 juta orang pada September 2017. ‎"Jadi persoalan kemiskinan di desa jauh lebih critical dibandingkan kota," tambahnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up