alexametrics

Industri Manufaktur Menggeliat tapi Menkeu Masih Was-was, ini Sebabnya

2 Desember 2020, 15:28:21 WIB

JawaPos.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengaku masih cemas meskipun angka Purchasing Managers Index (PMI) Indonesia pada November 2020 meningkat. Membaiknya PMI menunjukkan sinyal bahwa industri manufaktur Tanah Air mulai menggeliat setelah dihantam pandemi Covid-19. IHS Markit PMI Indonesia berada di level 50,6 dari sebelumnya di posisi 47,8.

Ternyata kecemasan Sri Mulyani itu didasari oleh kondisi eksternal yang masih dipenuhi ketidakpastian. Gelombang kedua di Eropa dan Amerika Serikat (AS) dikhawatirkan akan membatasi sisi permintaan.

“Jadi, demand side (permintaan) itu menjadi sangat tergantung dari Covid-19. Ini perlu untuk menjadi perhatian kita,” ujarnya dalam video conference, Senin (1/12).

Menurutnya, sisi permintaan sangat bergantung pada roda perekonomian suatu negara. Jika kasus Covid-19 di AS, Eropa, dan negara Asia terus meningkat, maka pemerintahnya akan kembali melakukan pembatasan sosial.

“Seperti terjadi sekarang di AS, Eropa, dan negara Asia pun selalu bergulat. Namun gimana dia bisa tetap kembalikan kegiatan sosial ekonomi tanpa memperburuk kenaikan Covid-19,” tuturnya.

Sementara Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara mengungkapkan peningkatan PMI Indonesia ke level 50 menandakan industri dalam negeri sudah mulai berekspansi kembali meski masih relatif terbatas. Suahazil meyakini, itu bisa berdampak besar terhadap perekonomian nasional pada kuartal IV 2020.

Pihaknya berharap pemulihan ekonomi dapat terwujud meskipun secara perlahan. Penerapan protokol kesehatan secara disiplin diyakini dapat kembali menggerakkan perekonomian tanpa disertai kenaikan kasus yang tinggi.

“Kita harap secara gradual, ekspansi industri jadi basis yang baik bagi pemulihan ekonomi berkelanjutan,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri


Close Ads