JawaPos Radar

Giliran Kabupaten Seram Bagian Barat Nikmati BBM Satu Harga

02/10/2017, 18:03 WIB | Editor: Mochamad Nur
BBM Satu Harga
Ilustrasi (Dok.JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Ego Syahrial meresmikan lembaga penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) berupa SPBU Mini di Dusun Wailey, Desa Latu, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku, Senin (2/10).

Peresmian SPBU Mini ini dilakukan bersama Kepala BPH Migas, M. Fanshurullah Asa, Senior Vice President (SVP) Fuel Marketing & Distribution PT Pertamina (Persero) Gigih Wahyu Hari Irianto, Bupati Seram Bagian Barat M. Yasin Payapo, dan Anggota Komisi VII DPR RI, Mercy Chriesty Barends.

Ego mengungkapkan bahwa terwujudnya BBM Satu Harga merupakan agenda prioritas pemerintah. Dengan beroperasinya SPBU Mini ini, masyarakat di Amalatu dapat menikmati BBM dengan harga yang sama seperti di Pulau Jawa.

"Peresmian SPBU Mini Amalatu merupakan bagian dari Program BBM Satu Harga yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo. Semangatnya sangat jelas, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran. Alhamdulillah, Puji Tuhan, hari ini masyarakat di Amalatu akhirnya bisa menikmati BBM dengan harga yang sama dengan saudara-saudara kita di Pulau Jawa, " ujar Ego seperti dilansir dari situs resmi Kementerian ESDM.

Ego juga menerangkan bahwa sebelumnya warga di Kecamatan Amalatu harus menempuh jarak sejauh 50 kilometer untuk membeli BBM, dengan harga berkisar antara Rp.10.000 hingga Rp.12.000 per Liter. Kini, warga dapat memperoleh BBM dengan harga Rp 6.450 per liter untuk Premium dan Rp 5.150 per liter untuk Biosolar.

"Warga Kecamatan Amalatu tidak perlu lagi menempuh jarak sejauh 50 kilometer untuk membeli BBM. SPBU Mini Amalatu menyediakan BBM jenis Premium dengan harga Rp 6.450 per liter dan Rp 5.150 per liter untuk Biosolar," tegas Ego.

"Untuk wilayah Maluku, setelah Seram Bagian Barat, akan ada dua kabupaten lain yang didirikan lembaga penyalur BBM, yaitu Buru dan Kepulauan Aru", lanjut Ego.

Sementara itu, Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa menyatakan bahwa BPH Migas bertugas untuk mengawal agar Jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM khusus penugasan agar dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat di Indonesia dengan harga yang sama.

"BPH Migas mengemban amanah mengawal agar Jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM khusus penugasan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat di Indonesia dengan harga yang sama. Tidak boleh ada industri dan oknum yang menikmati Program BBM Satu Harga. Jangan sampai ada hal-hal yang dapat mempersulit masyarakat yang membutuhkan BBM," terang Fashurullah.

Sepanjang Oktober 2017, akan ada 4 lembaga penyalur yang akan beroperasi, pertama di Kecamatan Paloh (Kabupaten Sambas - Kalimantan Barat). Kedua, Kecamatan Nusa Penida (Kabupaten Klungkung - Bali). Yang ketiga di Kecamatan Una-Una (Kabupaten Tojo Una-Una - Sulawesi Tengah), dan keempat di Kecamatan Kabaruan (Kabupaten Kepulauan Talaud - Sulawesi Utara).

Bupati Seram Bagian Barat, M. Yasin Payapo, mengapresiasi atas berdirinya SPBU di wilayahnya dan berharap dapat dukungan Pemerintah Pusat saat akan membangun SPBU lainnya.

"Kehadiran SPBU ini sebuah penghargaan bagi kami, diharapkan bisa memacu perkembangan ekonomi di daerah ini. Di sini ada 11 kecamatan, 92 desa dan 126 dusun. Mudah-mudahan bukan hanya SPBU ini saja, kita rencanakan membangun SPBU lagi, mudah-mudahan dimudahkan dalam prosesnya," tutupnya.

(cr4/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up