alexametrics

Pilot Dan Karyawan Garuda Berencana Mogok, Bagaimana Sahamnya?

2 Mei 2018, 14:57:39 WIB

JawaPos.com – Organisasi Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) berencana melakukan mogok kerja untuk menyikapi kondisi internal PT Garuda Indonesia Tbk (Persero).

Harga saham Garuda hingga penutupan sesi I siang ini bergerak stabil meski hanya naik 2 poin atau 0,70 persen ke posisi Rp 288 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 7,46 triliun.

Seperti diketahui, Merespons rencana tersebut, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Pahala N Mansury mengimbau agar para karyawan fokus terhadap pekerjaan saja. Pihaknya menegaskan, manajemen Garuda Indonesia terus memperbaiki kinerja. Urusan saham, merupakan kewenangan di luar manajemen maupun karyawan.

“Apa pun yang diputuskan pemegang saham, apalagi pemegang saham mayoritas adalah pemerintah Republik Indonesia tentunya adalah satu arahan atau keputusan yang perlu kita lakukan ke depannya. Fokus sajalah pada pekerjaan kita masing-masing,” tegasnya.

Pahala mengaku terus melakukan mediasi dengan asosiasi pilot dan serikat karyawan. Hingga pagi tadi, kata dia, tidak terlihat akan ada aksi mogok kerja. Namun, pihaknya tetap mengantisipasi jika ada mogok kerja para pilot maupun karyawan.

Mantan Direktur Keuangan PT Bank Mandiri (Persero) itu menegaskan, perbaikan terus dilakukan. Oleh karena itu, Pahala sekali lagi berharap agar para pilot maupun karyawan terus menjalankan tugas dan pekerjaannya sesuai jadwal.

Akhir Bulan Januari lalu Serikat Pekerja Garuda dan Asosiasi Pilot Garuda (APG) buka-bukaan tentang kondisi memprihatinkan dapur PT Garuda Indonesia (Persero). 

Dalam keterangan tersebut ada enam persoalan di Garuda yang harus segera dibenahi, yaitu:

1. Program efisiensi, namun tidak sporadis.

2. Kedua, pembenahan biaya organisasi yang terbilang boros, sebab ada 9 orang direksi dari sebelumnya hanya 6 orang.

3. Penambahan armada harus diikuti kemampuan manajemen untuk membuat strategi penjualan produk penumpang dan kargo. Saat itu, peningkatan penda­patan hanya sebesar 8,6 persen sementara peningkatan biaya sebesar 12,6 persen

4.  kinerja keuangan Garuda Indonesia sampai dengan kuartal III-2017 semakin merosot. Mengalami kerugian sebesar 207,5 juta dolar AS. Bahkan nilai saham emiten berkode GIAA per 19 Januari 2018 ini juga anjlok hanya Rp 314 per lembar atau turun 58 persen.

5.  Serikat pekerja juga mengungkapkan adanya penurunan kinerja operasional Garuda Indonesia yang berdampak pada penundaan dan pembatalan penerbangan.

6.  Ada kondisi hubungan industrial yang saat ini tidak harmonis karena perusahaan banyak melakukan pelanggaran terhadap perjanjian kerja bersama atau perjanjian kerja profesi yang sudah disepakati sehingga banyak konflik.

Masalah finansial yang terjadi di tubuh Garuda semakin nyata pada pertengahan Bulan April. PT Garuda Indonesia mengakui telah mendapat restu pemegang saham untuk menerbitkan surat utang global sebesar 750 juta dolar AS. Dana ini sedianya akan digunakan untuk membayar kembali utang jatuh tempo perusahaan

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : (mys/JPC)



Close Ads
Pilot Dan Karyawan Garuda Berencana Mogok, Bagaimana Sahamnya?