Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Agustus 2025 | 13.50 WIB

Kesal India Impor Minyak dari Rusia, Trump Naikkan Tarif untuk Negara Anak Benua hingga 50 Persen

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Delegasi Tiongkok dan Amerika Serikat kembali melanjutkan pertemuan dagang untuk mencapai kesepakatan. (istimewa) - Image

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Delegasi Tiongkok dan Amerika Serikat kembali melanjutkan pertemuan dagang untuk mencapai kesepakatan. (istimewa)

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (6/8) waktu setempat memerintahkan kenaikan tarif terhadap barang-barang asal India. Langkah ini diambil menyusul keputusan New Delhi yang terus membeli minyak dari Rusia. Hal ini membuka babak baru dalam perang dagang AS hanya beberapa jam sebelum gelombang tarif lainnya mulai berlaku.

Seperti dilansir dari AFP, Jumat (8/8), tarif tambahan sebesar 25 persen terhadap barang-barang India akan diberlakukan dalam tiga minggu lagi. Ini menjadi tambahan atas bea masuk terpisah sebesar 25 persen yang mulai berlaku Kamis (7/8). Sehingga total tarif menjadi 50 persen untuk sejumlah produk.

"Ini menandai titik terendah dalam hubungan AS-India," kata Direktur Inisiatif Asia Selatan Asia Society Policy Institute Farwa Aamer. Dia memperkirakan akan muncul tekanan domestik agar India tunduk pada tuntutan AS.

Sejumlah produk dari India tidak termasuk dikenakan tarif ini. Misalnya sektor baja dan aluminium, serta kategori potensial seperti farmasi dan semikonduktor. Ponsel pintar, termasuk produk Apple yang mulai dialihkan produksinya dari Tiongkok ke India juga termasuk dalam daftar pengecualian.

Kementerian Luar Negeri India mengecam keras keputusan ini, menyebutnya sebagai langkah yang tidak adil. Pemerintah India sebelumnya menyatakan impor minyak dari Rusia dilakukan karena pasokan tradisional telah dialihkan ke Eropa akibat perang.

Washington bahkan disebut pernah mendorong langkah tersebut demi menjaga stabilitas pasar energi global. Namun, Trump terus meningkatkan tekanan terhadap India.

Federasi Organisasi Ekspor India menyebut yang dialami negaranya merupakan kemunduran parah. Sebab 55 persen pengiriman ke pasar Amerika terpengaruh kebijakan ini.

Trump juga mengeluarkan peringatan kepada negara-negara lain. Jika ada negara yang secara langsung atau tidak langsung mengimpor minyak Rusia maka akan diperlakukan sama. Washington menyebut ekspor minyak sebagai sumber utama pendanaan perang di Ukraina.

Tarif tambahan ini lebih rendah dibanding usulan tarif 100 persen yang pernah disampaikan Trump bulan lalu. Saat itu, dia memberi ultimatum agar Rusia menghentikan perang dalam 50 hari atau menghadapi sanksi ekonomi baru. Trump menyebut tarif baru ini sebagai tarif sekunder untuk menekan negara-negara mitra dagang Rusia.

Selain itu, mulai kemarin gelombang baru tarif juga akan berlaku untuk puluhan negara lain. Misalnya Uni Eropa, Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan. Khusus Suriah, tarif timbal balik ini dinaikkan hingga 41 persen. Sementara negara lain akan menghadapi kenaikan dari 10 persen menjadi minimal 15 persen.

"Tengah malam ini, miliaran dolar dalam bentuk tarif timbal balik mengalir ke Amerika Serikat," tulis Trump melalui Truth Social.

Berbagai negara masih terus melakukan negosiasi. Hingga kemarin Presiden Swiss Karin Keller-Sutter dilaporkan berada di Washington. Farmasi Swiss sementara ini lolos dari tarif 39 persen yang mengancam negara itu. Namun, Trump pernah memperingatkan sektor farmasi Swiss bisa naik hingga 250 persen.

Jepang terus bernegosiasi untuk memastikan tarif impor otomotif mereka bisa turun dari 25 persen menjadi 15 persen. Namun, kedua negara masih berselisih soal investasi Jepang senilai USD 550 miliar di AS. Kini Utusan Tokyo Ryosei Akazawa juga berada di Washington.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore