
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat ditemui usai menghadiri acara Kagama Leaders Forum Series di Kantor RRI Jakarta, Kamis (17/7). (Nurul Fitriana/Jawapos)
JawaPos.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyambut baik atas kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal tarif ekspor Indonesia ke negeri Paman Sam yang ditetapkan sebesar 19 persen. Amran mengungkapkan, tarif ekspor yang rendah dibandingkan dengan negara tetangga bisa bikin Minyak Kelapa Sawit Mentah atau Crude Palm Oil (CPO) Indonesia unggul dibandingkan negara lain di hadapan AS. Terlebih, kata dia, menyoal CPO saingan berat Indonesia adalah Malaysia yang dikenakan tarif ekspor sebesar 25 persen.
"Ini adalah posisi yang sangat baik. Tapi yang menarik adalah sektor pertanian, kalau tidak salah Malaysia 25 ya? Indonesia 19 kan? Terus kalau CPO kita masuk, yang mana menang? Indonesia," kata Amran saat ditemui usai menghadiri acara Kagama Leaders Forum Series di Kantor RRI Jakarta, Kamis (17/7).
"CPO kita pasti bersaing menang kalo dibandingkan dengan negara lainnya," tambahnya.
Lebih lanjut dia juga memastikan akan melakukan peningkatan produksi CPO yang stagnan pada angka 50 juta ton sejak lima tahun terakhir. Salah satu langkah yang dilakukan adalah replanting atau peremajaan.
Bahkan ditargetkan replanting itu masih akan berlanjut hingga tahun 2029. Menyoal produksi CPO yang stagnan, ia menyebut salah satu sebabnya karena sebagian produksi minyak sawit telah dialihkan untuk menunjang biofuel.
"Kita akan menanam kembali, replanting. Kita sudah lakukan pasti produksi naik, tetapi mungkin stagnan karena kita alihkan ke biofuel," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan telah menyelesaikan kesepakatan penting terkait tarif dagang dengan Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto. Dalam kesepakatan itu, Trump setuju untuk memberikan tarif impor AS dari Indonesia, atau ekspor Indonesia ke AS sebesar 19 persen.
Sedangkan untuk ekspor AS ke Indonesia atau impor Indonesia dari AS disepakati sebesar 0 persen atau bebas tarif. Menurut Trump, kesepakatan yang telah diperoleh antara AS dan Indonesia ini menjadi pertama kalinya dalam sejarah.
"Pagi ini menyelesaikan kesepakatan penting dengan Republik Indonesia setelah berbicara dengan Presiden mereka yang sangat dihormati Prabowo Subianto. Kesepakatan penting ini membuka seluruh pasar Indonesia ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya dalam Sejarah," kata Trump seperti dikutip dalam akun media sosial resmi White House, Rabu (16/7).
"Untuk pertama kalinya para peternak, petani, dan nelayan di Amerika Serikat akan memiliki akses lengkap dan total ke pasar Indonesia yang berpenduduk lebih dari 280 juta orang," tambahnya.
Lebih lanjut, Trump juga membeberkan dari kesepakatan yang sudah dilakukan, Indonesia telah berkomitmen untuk membeli senilai USD 15 miliar energi AS. Kemudian, sebanyak USD 4,5 miliar produk pertanian Amerika, dan 50 Boeing Jet yang diantaranya adalah Boeing 777.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
