Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Juli 2025 | 01.54 WIB

Ekspor RI ke AS Kena Tarif 19 Persen, Mentan Optimistis karena Kompetitor Supplier CPO Malaysia Kena 25 Persen

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat ditemui usai menghadiri acara Kagama Leaders Forum Series di Kantor RRI Jakarta, Kamis (17/7). (Nurul Fitriana/Jawapos) - Image

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat ditemui usai menghadiri acara Kagama Leaders Forum Series di Kantor RRI Jakarta, Kamis (17/7). (Nurul Fitriana/Jawapos)

JawaPos.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyambut baik atas kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal tarif ekspor Indonesia ke negeri Paman Sam yang ditetapkan sebesar 19 persen. Amran mengungkapkan, tarif ekspor yang rendah dibandingkan dengan negara tetangga bisa bikin Minyak Kelapa Sawit Mentah atau Crude Palm Oil (CPO) Indonesia unggul dibandingkan negara lain di hadapan AS. Terlebih, kata dia, menyoal CPO saingan berat Indonesia adalah Malaysia yang dikenakan tarif ekspor sebesar 25 persen.

"Ini adalah posisi yang sangat baik. Tapi yang menarik adalah sektor pertanian, kalau tidak salah Malaysia 25 ya? Indonesia 19 kan? Terus kalau CPO kita masuk, yang mana menang? Indonesia," kata Amran saat ditemui usai menghadiri acara Kagama Leaders Forum Series di Kantor RRI Jakarta, Kamis (17/7).

"CPO kita pasti bersaing menang kalo dibandingkan dengan negara lainnya," tambahnya.

Lebih lanjut dia juga memastikan akan melakukan peningkatan produksi CPO yang stagnan pada angka 50 juta ton sejak lima tahun terakhir. Salah satu langkah yang dilakukan adalah replanting atau peremajaan.

Bahkan ditargetkan replanting itu masih akan berlanjut hingga tahun 2029. Menyoal produksi CPO yang stagnan, ia menyebut salah satu sebabnya karena sebagian produksi minyak sawit telah dialihkan untuk menunjang biofuel.

"Kita akan menanam kembali, replanting. Kita sudah lakukan pasti produksi naik, tetapi mungkin stagnan karena kita alihkan ke biofuel," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan telah menyelesaikan kesepakatan penting terkait tarif dagang dengan Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto. Dalam kesepakatan itu, Trump setuju untuk memberikan tarif impor AS dari Indonesia, atau ekspor Indonesia ke AS sebesar 19 persen.

Sedangkan untuk ekspor AS ke Indonesia atau impor Indonesia dari AS disepakati sebesar 0 persen atau bebas tarif. Menurut Trump, kesepakatan yang telah diperoleh antara AS dan Indonesia ini menjadi pertama kalinya dalam sejarah.

"Pagi ini menyelesaikan kesepakatan penting dengan Republik Indonesia setelah berbicara dengan Presiden mereka yang sangat dihormati Prabowo Subianto. Kesepakatan penting ini membuka seluruh pasar Indonesia ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya dalam Sejarah," kata Trump seperti dikutip dalam akun media sosial resmi White House, Rabu (16/7).

"Untuk pertama kalinya para peternak, petani, dan nelayan di Amerika Serikat akan memiliki akses lengkap dan total ke pasar Indonesia yang berpenduduk lebih dari 280 juta orang," tambahnya.

Lebih lanjut, Trump juga membeberkan dari kesepakatan yang sudah dilakukan, Indonesia telah berkomitmen untuk membeli senilai USD 15 miliar energi AS. Kemudian, sebanyak USD 4,5 miliar produk pertanian Amerika, dan 50 Boeing Jet yang diantaranya adalah Boeing 777.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore