Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Maret 2025 | 05.01 WIB

Menko Airlangga Yakin Bergabungnya Indonesia ke OECD Mampu Tingkatkan Perekonomian Hingga 8 Persen

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dengan beberapa Duta Besar dan Perwakilan Negara-negara OECD. (Istimewa). - Image

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dengan beberapa Duta Besar dan Perwakilan Negara-negara OECD. (Istimewa).

JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dengan beberapa Duta Besar dan Perwakilan Negara-
negara OECD, yang diadakan di Wisma Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paris, Prancis. Pertemuan ini turut dihadiri Duta Besar RI di Paris, Mohamad Oemar, serta perwakilan dari Australia, Jepang, Jerman, Belanda, dan Polandia.
 
Airlangga menyampaikan apresiasi kepada negara-negara sahabat atas dukungan mereka terhadap aksesi Indonesia ke OECD. 
 
“Indonesia bangga menjadi negara pertama di ASEAN yang menjadi negara aksesi OECD," kata Airlangga, Rabu (5/3).
 
Airlangga menegaskan, langkah strategis Indonesia untuk bergabung ke dalam OECD ini memotivasi negara ASEAN lainnya, yakni Thailand yang menyusul pada Juni 2024. Sebab, Indonesia memiliki prioritas dalam meningkatkan lapangan kerja.
 
“Prioritas Pemerintah Indonesia saat ini adalah meningkatkan daya saing, produktivitas, dan investasi untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan mencapai target pertumbuhan 8 persen secara bertahap,” ucap Airlangga.
 
 
Oleh karena itu, bergabungnya Indonesia di OECD akan mendukung cita-cita besar 
Indonesia Emas 2045. Hal ini sangat dimungkinkan, mengingat proses transisi dan transformasi struktural dapat memperluas akses pasar, permodalan, keterampilan, dan teknologi. 
 
Ia menekankan, transformasi pada segala bidang ini diperlukan, karena Indonesia perlu mencapai pertumbuhan ekonomi di angka 6-8 persen dalam 20 tahun ke depan, agar dapat keluar dari jebakan negara dengan pendapatan menengah (middle-income trap). 
 
"Pemerintah Indonesia menargetkan akan menyelesaikan proses aksesi OECD dalam jangka waktu tiga sampai empat tahun ke depan," papar Airlangga.
 
Lebih lanjut, Airlangga menyatakan untuk menjaga momentum dan sinergi program Pemerintah, aksesi Indonesia di OECD telah dicantumkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
 
"Untuk mendukung tahap-tahap aksesi tersebut, Sekretariat Tim Nasional OECD telah mengidentifikasi kebutuhan dukungan kapasitas pada beberapa area penting, proses implementasi yang komprehensif, dan potensi penguatan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan," pungkasnya.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore