
PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) menyelenggarakan kegiatan Pembinaan UMKM di Site Tanjung Ulie, Weda Tengah, Halmahera Tengah, Maluku Utara.
JawaPos.com - PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) menyelenggarakan kegiatan Pembinaan UMKM di Site Tanjung Ulie, Weda Tengah, Halmahera Tengah, Maluku Utara. Acara ini merupakan wujud komitmen untuk terus mendorong UMKM lokal di sekitar kawasan industri.
Vice President IWIP Kevin He mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menjalin hubungan baik dengan UMKM berdasarkan prinsip kerja sama yang saling menguntungkan.
“Tujuan kegiatan ini guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses bisnis dan operasional sebagai jawaban terhadap era digital,” jelas Kevin dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com, Selasa (19/3).
Kevin juga mengatakan, peran dan sinergi dari segenap pemangku kepentingan, baik IWIP, pemerintah pusat, dan daerah, serta para pelaku UMKM, sangat diperlukan untuk dapat menjawab tantangan tersebut.
"Sinergi antara IWIP, pemerintah pusat dan daerah, serta para pelaku UMKM adalah kunci untuk mengatasi tantangan yang ada," ungkap Kevin.
Senada dengan Kevin, Pj. Bupati Halmahera Tengah, Ikram M Sangaji, mengatakan bahwa Weda Tengah sebagai daerah industri membutuhkan regulasi di tingkat pusat sehingga dapat memperkuat kerja sama ini.
“Terkadang pola kemitraan yang dibangun perusahaan membutuhkan penyesuaian sehingga dengan adanya regulasi di tingkat pusat menjadi kerangka acuan kita di pemda untuk menjamin dan memperkuat kemitraan,” paparnya.
Ikram berharap pola kemitraan dan pembinaan UMKM bisa berkelanjutan agar dapat mendukung kegiatan industrialisasi nikel di Halteng.
"Kami ingin kemitraan ini membangun suatu sinergi untuk pemberdayaan ekonomi lokal," ucapnya.
Kegiatan pembinaan tersebut memperoleh respon positif dan apresiasi dari para pengusaha UMKM. Suhardi, misalnya, pedagang di kios Gate 2 itu mengaku pembinaan terhadap UMKM sangat penting dilakukan.
"Saya berterima kasih kepada IWIP yang telah memberikan bimbingan, khususnya untuk usaha kecil dan menengah, sebab dengan adanya pembinaan, kami bisa belajar bagaimana mengelola UMKM menjadi lebih baik lagi," jelasnya.
Menurutnya, keterlibatan pengusaha lokal dalam industrialisasi nikel menjadi bukti keseriusan IWIP dalam upaya mencapai kemakmuran masyarakat.
Dampak kehadiran Weda Bay Project juga dirasakan langsung oleh Sutarmi. Di kios nomor 46, warga Desa Woejerana, Weda Tengah itu menjajakan sembako dan beragam jenis sayuran yang ia beli dari wilayah di Halmahera Tengah dan sekitarnya, seperti Trans Waleh, Trans Maidi, dan Wairoro.
“Alhamdulillah sekali saya bisa jualan di sini setelah dapat rekomendasi dari kepala desa,” kata Sutarmi.
“Sebelum ada IWIP saya hanya berjualan di rumah, alhamdulillah setelah ada IWIP saya bisa berjualan di sini, dan dari segi pendapatan juga meningkat,” lanjutnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
