Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 November 2023 | 02.03 WIB

Dorong Peningkatan Sektor Nonmigas, BPS Catat Ekspor Indonesia Alami Lonjakan 6,76 Persen pada Oktober 2023

Tangkapan layar kinerja ekspor Indonesia Oktober 2023 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) di Jakarta, Rabu (15/11). Sumber: Ade Irma Junida/ANTARA - Image

Tangkapan layar kinerja ekspor Indonesia Oktober 2023 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) di Jakarta, Rabu (15/11). Sumber: Ade Irma Junida/ANTARA

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa nilai ekspor Indonesia pada Oktober 2023 mencapai 22,15 miliar dolar AS. Nilai tersebut mengalami peningkatan sebesar 6,76% dibandingkan bulan September 2023 yang mencatat nilai ekspor sebesar 20,75 miliar dolar AS.

Menurut Pudji Ismartini, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, nilai ekspor ini menunjukkan penurunan sebesar 10,43% jika dibandingkan dengan capaian Oktober 2022 (year-on-year/yoy).

"Ekspor migas tercatat 1,37 miliar dolar AS atau turun 2,38 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, ekspor nonmigas mengalami kenaikan 7,42 persen dengan nilai ekspor 20,78 miliar dolar AS," kata Pudji dalam keterangan resmi Berita Statistik, Rabu (15/11).

Peningkatan ekspor bulan Oktober 2023 didorong oleh sektor nonmigas, terutama pada golongan barang seperti bahan bakar mineral, logam mulia, dan perhiasan atau permata, serta alas kaki. Namun, sektor migas mengalami penurunan, terutama pada ekspor minyak mentah yang turun 11,85% dibandingkan bulan sebelumnya.

Pudji menjelaskan bahwa secara tahunan, nilai ekspor mengalami penurunan signifikan sebesar 10,43%, yang dipengaruhi oleh penurunan ekspor nonmigas dan terus mengikuti tren yang telah berlangsung sejak awal tahun.

"Terutama disebabkan harga-harga komoditas unggulan di pasar global yang lebih rendah dibandingkan kondisi tahun lalu," kata Pudji Ismartini.

Adapun ekspor nonmigas terbesar pada Oktober 2023 adalah ke Tiongkok, mencapai 5,78 miliar dolar AS, disusul oleh India (1,87 miliar dolar AS) dan Amerika Serikat (1,82 miliar dolar AS).

"Dari tiga negara tujuan utama ekspor Indonesia, peningkatan pangsa ekspor secara bulanan maupun tahunan hanya terjadi pada negara Tiongkok," imbuh Pudji Ismartini.

Pangsa ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok pada Oktober 2022 mencapai 26,48 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia. Nilai tersebut kemudian meningkat menjadi 27,83 persen pada bulan ini.

Sementara itu, BPS mencatat ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) lebih rendah daripada capaian tahun sebelumnya, yakni masing-masing sebesar 3,66 miliar dolar AS dan 1,26 miliar dolar AS.

Berdasarkan data BPS periode Januari-Oktober 2023, Pudji mengatakan nilai ekspor Indonesia menurun sebesar 214,41 miliar dolar AS atau 12,15% jika mengacu pada periode sama tahun 2022. Hal ini juga berlaku pada ekspor nonmigas turun sebesar 12,74%, mencapai 201,25 miliar dolar AS.

Dikutip dari ANTARA, peningkatan terbesar ekspor nonmigas Oktober 2023 terhadap September 2023 terjadi pada komoditas bahan bakar mineral (673,1 juta dolar AS), sementara penurunan terbesar terjadi pada mesin dan perlengkapan elektrik (86,8 juta dolar AS).

Menurut sektornya, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari-Oktober 2023 turun 10,30 persen dibanding periode yang sama tahun 2022, demikian juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 10,44 persen dan ekspor hasil pertambangan dan lainnya turun 20,80 persen.

Berdasarkan provinsi asal barang, Jawa Barat menjadi kontributor terbesar ekspor Indonesia pada Januari-Oktober 2023 yang senilai 30,76 miliar dolar AS (14,35 persen). Kemudian, disusul oleh 23,48 miliar dolar AS (10,95 persen) dan Jawa Timur 18,26 miliar dolar AS (8,51 persen).

Meskipun ekspor menghadapi beberapa tantangan, langkah-langkah strategis diharapkan dapat mendukung pemulihan ekonomi Indonesia dalam menghadapi dinamika pasar global yang terus berubah.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore