Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Oktober 2023 | 04.39 WIB

Bahlil Catat Realisasi Investasi bidang Hilirisasi Per Januari-September 2023 Tembus Rp 266 Triliun

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia - Image

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia

 
JawaPos.com - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi di bidang hilirisasi sepanjang Januari-September 2023 mencapai Rp 266 triliun.
 
Angka tersebut mencapai 25,3 persen dari total realisasi investasi sepanjang Januari-September 2023 sebesar Rp 1.053,2 triliun. Bahkan, jika dihitung per Kuartal III 2023, realisasi investasi di bidang hilirisasi mencapai Rp 114,6 triliun.
 
"Dan saya yakin, dengan sumpah potong kucing yang punya data ini (investasi bidang hilirisasi) di sini (Kementerian Investasi) saja. Jadi enggak mungkin kementerian lain punya data ini," ujar Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (20/10).
 
 
Lebih rinci, Bahlil menyebutkan bahwa realisasi investasi di bidang hilirisasi sepanjang Januari-September 2023 terdiri dari berbagai sektor. Meliputi, sektor mineral sebesar Rp 151,7 triliun.
 
Terdiri dari smelter nikel sebesar Rp 97 triliun, smelter tembaga sebesar Rp 47,6 triliun, dan smelter Bauksit sebesar Rp 7,1 triliun.
 
Di sektor Pertanian, hilirisasi dilakukan pada komoditas minyak kelapa sawit dan oleokimia atau CPO/Oleochemical sebesar Rp 39,5 triliun.
 
"Kehutanan Rp 34,8 triliun (Pulp & paper), sektor Minyak dan Gas Rp 31,6 triliun (Petrochemical, dan ekosistem kendaraam listrik Rp 8,4 triliun (Baterai kendaraan listrik)," jelasnya.
 
"Rp 266 triliun dari Rp 1.503,2 triliun itu tercover 25,3 persen dari total investasi. Itu artinya, realisasi Januari-September artinya seperempat dari target," imbuhnya.
 
Ke depan, Bahlil mendorong agar hilirisasi untuk tetap digenjot utamanya agar Indonesia bisa menjadi negara maju dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Dalam hal ini, pihaknya memastikan bahwa 21 komoditas di delapan sektor yang tertuang dalam peta potensi hilirisasi bisa diwujudkan.
 
"Untuk Indonesia jadi negara maju dan mencapai Indonesia Emas 2045, kita membutuhkan investasi hilirisasi di 21 komoditas 8 sektor itu sebesar USD 545,3 billion. Kemudian pendapatan perkapita kita akan mencapai USD 10 ribu (jika terus melanjutkan hilirisasi), sementara saat ini masih di bawah USD 5 ribu," tandasnya.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore