Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 September 2023 | 22.11 WIB

Badan Pengembangan dan Informasi Kemendes Bangun Karakter ASN BerAKHLAK

Kemendes membangun ASN berAKHLAK. Lebih dari 300 pegawai Kemendes PDTT mendapat pelatihan Emotional dan Spiritual Quotient (ESQ), agar arif menjalankan tugas dan melayani masyarakat. - Image

Kemendes membangun ASN berAKHLAK. Lebih dari 300 pegawai Kemendes PDTT mendapat pelatihan Emotional dan Spiritual Quotient (ESQ), agar arif menjalankan tugas dan melayani masyarakat.

JawaPos.com - Badan Pengembangan dan Informasi (BPI), Kemendes PDTT, menggugah kesadaran core value ASN BerAKHLAK di ACT Consulting besutan motivator terkenal Ary Ginanjar Agustian. Selama sehari, Jumat (1/9), lebih dari 300 pegawai Kemendes PDTT mendapat pelatihan Emotional dan Spiritual Quotient (ESQ), agar arif menjalankan tugas dan melayani masyarakat.

Sejak awal tepuk tangan meriah berkali-kali menggelegar di Ballroom Nugraha, Menara 165 Cilandak, Jakarta Selatan. Di kantor pusat ACT Consulting, ini coach Iman G. Herdimansyah memandu seminar dengan penuh semangat, membalut suasana hangat pada seluruh pegawai Kemendes PDTT.

Sekretaris Badan Pengembangan dan Informasi, Fince Decima Hasibuan, mengatakan, seminar ini wajib diikuti seluruh pegawai berstatus aparatur sipil negara (ASN) maupun di luar ASN di lingkungan BPI. "Ini bagian dari upaya revolusi mental, agar seluruh pegawai dari semua lini terampil menerapkan karakter ASN BerAKHLAK," katanya.

Core Values ASN titik tonggak penguatan ASN pada birokrasi pemerintah pusat dan daerah. Substansi karakter yang dikembangkan meliputi pegawai yang Berorientasi, Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

"Pembangunan karakter merupakan langkah utama membentuk ASN BerAKHLAK. Ciri penting ASN BerAkhlak tidak hanya berfokus pada struktur dan sistem kerja saja, namun pembenahan utama yang perlu sebenarnya kesadaran dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri," tegas coach Iman.

Coach Iman berulangkali menyampaikan perlunya bertanya pada pribadi sendiri, yaitu siapa saya? Di mana saya? Dan, mau ke mana saya?

Pertanyaan itu berulangkali diujarkan coach Iman. Tujuannya selalu mengingat untuk membentuk karakter manusia yang berkepribadian baik.

Ia mengutip ungkapan Ever more people today have the means to live, but no meaning to live for. Ungkapan itu selaras dengan kenyataan, bahwa jumlah ASN semakin meningkat, namun kerapkali lupa akan tugas dan sumpah yang diucapkan pada awal menjabat.

Untuk mengatasi hal ini, dibutuhkan sebuah pembentukan karakter, yang menyadarkan kembali pola pikir positif. Coach Iman juga menyampaikan tujuh hal yang menghambat pribadi menjadi ASN BerAKHLAK, yaitu prasangka negatif, prinsip hidup, pengalaman, kepentingan, sudut pandang, pembanding dan literatur.

Ketujuh hal ini perlu dihilangkan pada pribadi masing-masing, sehingga bisa memunculkan nurani murni yang baik dalam pembentukan karakter ASN BerAKHLAK. Nurani muruni akan menghilangkan tabiat buruk, sehingga muncullah energi positif dalam pribadi setiap pegawai.

Fince berharap kegiatan ini benar-benar turut membentuk ASN BerAKHLAK. "Diharapkan ke depan Kemendes PDTT menjadi instansi yang dibangun dengan pegawai kepribadian baik, sehingga memberikan pelayanan kepada masyarakat desa secara prima," ujarnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore