JawaPos.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) mengumumkan bahwa pengesahan RUU APBN atau Rancangan Undang-Undang Anggaran Pengeluaran dan Belanja Negara tahun 2024 akan dilakukan pada Kamis, 21 September mendatang. Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPR RI Lodewijk F. Paulus dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-4 Masa Persidangan I Tahun 2023-2024 di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (29/8).
"Pembicaraan tingkat dua pengambilan keputusan terhadap RUU tentang APBN tahun anggaran 2024 akan dilaksanakan dalam Rapat Paripurna Dewan pada hari Kamis tanggal 21 September 2023," kata Lodewijk sebelum melakukan skorsing Rapat Paripurna.
Tak hanya soal pengesahan RUU APBN 2024, Lodewijk juga menyebut pada September ada RUU yang akan disahkan juga, yakni RUU Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Tahun 2022. Pengesahan itu akan dilakukan pada Selasa, 12 September 2023.
Lodewijk mengatakan bahwa pengambilan keputusan rapat tingkat dua itu sebagaimana telah diputuskan dalam Rapat Konsultasi pengganti Rapat Badan Musyawarah pada 5 Juli yang lalu.
Pihaknya juga memastikan bahwa dua RUU tersebut akan dibahas sesuai dengan peraturan DPR RI tentang tata tertib dan mekanisme yang berlaku.
"Selanjutnya dua rancangan undang undang akan dibahas sesuai dengan aturan DPR RI tentang tata tertib dan mekanisme yang berlaku perlu kami beritahukan bahwa berdasarkan keputusan rapat konsultasi pengganti rapat badan musyawarah pada tanggal 5 Juli 2023," ujar Lodewijk.
"Rapat tingkat dua pengambilan keputusan rancangan uu pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBN tahun anggaran 2022 akan dilaksanakan dalam Rapat Paripurna Dewan pada hari selasa tanggal 12 september 2023," tandasnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memaparkan bahwa arsitektur RAPBN 2024 didesain sebagai shock absorber, akselerator transformasi ekonomi, sekaligus instrumen untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Hal tersebut disampaikan Menkeu dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2024 di Jakarta, Rabu (16/8).
Pada kesempatan tersebut, Menkeu juga memaparkan asumsi dasar ekonomi makro tahun depan yang telah dibacakan oleh Presiden Joko Widodo dalam Pidato RAPBN 2024 dan Nota Keuangan di Gedung DPR.
Untuk tahun 2024, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan tumbuh sebesar 5,2 persen, sedangkan inflasi akan tetap dijaga di angka 2,8 persen.
Nilai tukar rupiah diproyeksi berada di angka Rp 15.000 per USD, harga minyak 80 USD/barel, suku bunga 10 tahun 6,7 persen. Sementara itu lifting minyak diperkirakan sebesar 625 ribu barel per hari dan lifting gas 1.033 ribu barel setara minyak per hari.