Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Juli 2023 | 03.33 WIB

Rencana Pembangunan Kereta Semi Cepat Jakarta - Surabaya Dicoret dalam Proyek Strategis Nasional

 

Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian sekaligus Ketua Tim Pelaksana KPPIP, Wahyu Utomo saat ditemui di Kompleks Stadion GBK, Jakarta Pusat, Minggu (14/5).

 
JawaPos.com - Ketua Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Wahyu Utomo menyampaikan, proyek kereta semi cepat Jakarta - Surabaya akan dicoret dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
 
Adapun alasannya, karena belum ada pembiayaan untuk proyek tersebut. Sementara, untuk membangunnya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. 
 
"Kereta Api Jakarta Surabaya lah jelas. Itu kan enggak bisa selesai. Pembiayaannya saja belum," kata Wahyu kepada wartawan, Rabu (26/7).
 
Selain biaya, Wahyu juga menjelaskan bahwa proyek tersebut tentu akan memakan waktu yang sangat panjang. Di sisi lain, pemerintahan Presiden Joko Widodo akan segera selesai.
 
Lalu, menurutnya, proyek kereta Jakarta - Surabaya ini juga belum ditentukan apakah akan dibangun dengan jenis kereta semi cepat atau kereta cepat.
 
"Itu kan tidak kecil costnya. Dan waktunya pasti panjang itu. Putusannya juga apakah itu mau kereta cepat, atau kereta semi cepat, atau seperti apa," jelasnya.
 
 
Lebih lanjut, Wahyu mengaku, penghentian proyek kereta semi cepat Jakarta - Surabaya telah disetujui oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
 
"Kalau usulan Kemenhub begitu ya, ada suratnya. Itu karena belum ada financial closing. Pembiayaannya saja kita belum tahu," lanjutnya.
 
 
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah berencana memperpanjang operasional kereta cepat Jakarta–Bandung (KCJB). Skenario awal, rute perjalanan akan ditambah hingga menjangkau Surabaya. Namun, hingga kini skema pendanaan masih belum pasti.
 
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, pemerintah akan melaksanakan studi untuk perpanjangan jalur kereta cepat dari Bandung hingga Surabaya. Dia yakin, dengan adanya pengalaman Indonesia membangun kereta api cepat, akan banyak penghematan yang dapat dilakukan.
 
“Saya kira ini loncatan teknologi, kita sudah minta, nanti akan kami laporkan ke Presiden (Jokowi) preliminary study untuk Bandung sampai ke Surabaya,” kata Luhut dalam konferensi pers di Stasiun Halim KCIC, Jakarta, Juni lalu. 
 
Perpanjangan rute kereta cepat juga diyakini Luhut akan mampu ditopang oleh hilirisasi industri dalam negeri yang tengah digenjot pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor bahan baku. “Akan banyak material yang tidak perlu kita impor lagi, akan kita gunakan dalam negeri,” ujarnya.
Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore