alexametrics

Penurunan Fed Rate Beri Ruang Bertumbuh

1 November 2019, 13:30:59 WIB

JawaPos.com – Kebijakan bank sentral AS The Fed memangkas suku bunga acuan 25 basis poin ke kisaran 1,5–1,75 persen membawa angin segar bagi Indonesia. Penurunan suku bunga The Fed kali ketiga tahun ini tersebut memberikan ruang kepada Indonesia untuk memacu ekonomi.

“Momentum bagi Indonesia untuk meningkatkan perekonomian, terutama dari sisi investasi,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam CEO Networking di Jakarta, Kamis (31/10).

Penurunan suku bunga, lanjut dia, bakal membuat cost of money lebih rendah. Pihaknya berharap momen ini muncul pada akhir 2019 dan akan terus dijaga hingga 2020.

“Kalau dilihat dari sisi kemungkinan policy dari RRT dengan AS bisa sepakat (perang dagang), tentu kita berharap momen positif ini menguat,” tuturnya.

Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menuturkan, penurunan suku bunga acuan The Fed ini harus dimanfaatkan perbankan maupun dunia usaha untuk mendorong ekonomi domestik. Pelonggaran kebijakan moneter itu pasti bakal diikuti Bank Indonesia (BI) sehingga memberikan ruang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi.

“Ada ruang cukup besar dengan penurunan suku bunga The Fed yang akan ditransmisikan ke penurunan BI rate,” jelasnya, Kamis.

Karena itu, Wimboh menekankan bahwa pengusaha sebaiknya tidak melewatkan momen ini untuk melakukan ekspansi sekaligus investasi baru. Hingga akhir September ini, kredit investasi mencatat pertumbuhan signifikan, yakni mencapai 12 persen.

“Tandanya, sektor riil sudah mulai investasi. Kalau investasi, biasanya akan timbul dampak peningkatan kredit modal kerja. Ini tanda bagus ekonomi menggeliat,” ujarnya.

Gubernur BI Perry Warjiyo juga optimistis kondisi ekonomi Indonesia tetap terjaga hingga akhir tahun ini. Terlebih, bank sentral telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas dan meningkatkan momentum pertumbuhan di dalam negeri. BI sejauh ini memangkas suku bunga acuan 100 basis poin (bps) selama empat bulan berturut-turut hingga di level 5 persen. Pelonggaran likuiditas juga diberikan dengan menurunkan giro wajib minimum (GWM).

Perry pun yakin, inflasi terkendali di level 3,3 persen. Angka itu masih terjaga dari sasaran pemerintah 3,5 persen dalam APBN 2019. “Inflasi sampai akhir tahun 3,3 persen. Tahun depan 3 persen, rendah dan stabil, sehingga mendorong daya beli,” tuturnya.

Realisasi Investasi Januari–September 2019

Total PMDN : Rp 317,8 triliun

Total PMA : Rp 317,8 triliun

Total investasi : Rp 601,3 triliun

Realisasi Kuartal III

2018 : Rp 173,8 triliun

2019 : Rp 205,7 triliun

Growth : 18,4 persen

Sumber: BKPM

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (dee/ken/c14/oki)



Close Ads