Juli, Soto Picu Inflasi di Kota Malang

01/08/2018, 20:00 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
ILUSTRASI: Salah seorang karyawan Soto Lamongan Warung Oro-Oro Dowo Malang sedang menyiapkan soto kepada pembeli. (dok. Radar Malang/Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com - Pada bulan Juli 2018, Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,21 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 133,57 persen. Menariknya, soto menjadi salah satu pemicu inflasi tersebut.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Mohamad Sarjan mengatakan, ada sepuluh komoditas teratas yang memberikan andil terbesar kenaikan harga pada Juli ini. Antara lain telur ayam ras, cabai rawit, bensin, daging ayam ras, soto, nasi dengan lauk, tarif pulsa ponsel, kusen, kacang panjang dan ayam goreng. 

Berdasarkan hasil pemantauan BPS, lanjut dia, pada bulan Juli 2018 terjadi inflasi 0,21 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 133,29 pada Juni 2018 mnjadi 133,57 pada Juli 2018. "Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi antara lain telur ayam ras sebesar 0,1121 persen," ujarnya, Rabu (1/8).

Selain itu, juga ada cabai rawit yang mengambil andil dengan nilai sebesar 0,0825 persen. Selanjutnya daging ayam ras sebesar 0,0401 persen, kacang panjang sebesar 0,0160 persen, dan daging sapi sebesar 0,0116 persen.

Terkait soto yang menjadi pemicu inflasi pada bulan ini, Sarjan mengatakan jika hal itu dipengaruhi oleh tingginya harga daging ayam. "Daging ayam naik, otomatis soto naik. Daging sapi naik juga, tapi tidak terlalu berpengaruh," terangnya. 

Sebelumnya, sejumlah harga kebutuhan pokok di Kota Malang memang terpantau masih berada di tingkat teratas. Bahkan, harganya melebihi pada saat lebaran. Salah satunya, harga daging ayam potong yang sempat mencapai Rp 50 ribu per kilogram. Padahal, pada saat lebaran lalu masih berada di harga Rp 45 ribu per kilo.

Sarjan mengungkapkan, meskipun begitu, tingkat inflasi Kota Malang pada bulan Juli ini lebih rendah ketimbang bulan Juni lalu yang berada di angka 0,25 persen. 

Dari 8 kota di Jawa Timur, tercatat tujuh kota mengalami inflasi dan satu deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Malang, diikuti Madiun sebesar 0,17 persen, dan Kediri sebesar 0,09 persen. Dari tujuh kelompok pengeluaran di Kota Malang, 6 kelompok mengalami inflasi dan 1 kelompok mengalami deflasi, yakni transportasi sebesar 0,81 persen.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi