alexametrics

Hidupkan KEK, Menko Darmin Janjikan Kemudahan izin Berinvestasi

1 Agustus 2017, 15:42:04 WIB

JawaPos.com – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sudah ada yang diresmikan pada bulan ini. Supaya kawasan itu hidup, pemerintah akan melakukan penyederhanaan izin investasi. Terutama, bagi investor yang membangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Diharapkan, upaya terebut dapat semakin menarik minat investor untuk berinvestasi di Indonesia.

 

Hal itu diungkapakan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dalam acara bertajuk “KEK : Tinta Kemerdekaan Dari Pinggirian” di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (1/8). 

 

“Dengan begitu, pemerataan ekonomi nantinya juga dapat terjadi sesuai tujuan pembangunan KEK. Untuk itu, pembangunan KEK terus dipercepat oleh pemerintah. Yang akan selesai sampai akhir tahun ada di Bintan, ada Karimun kemudian Lhokseumawe,’’ ujarnya. Dia juga berharap agar KEK Merauke bisa segera diresmikan meski kemungkina besar meleset ke awal 2018.

 

Lebih lanjut dia menjelaskan, pembangunan KEK dengan melibatkan pihak swasta juga membuktikan peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak dominan ke sektor infrastruktur. Selama ini, banyak yang menganggap pemerintah cenderung ’’serakah’’ dengan memprioritaskan perusahaan BUMN untuk mengerjakan proyek infrastruktur.

 

Meski demikian, perusahaan plat merah tetap membangun proyek dengan Internal Rate of Return (IRR) yang masih rendah.

 

“Ada keluhan bahwa pemerintah dianggap agak terlalu menangkan BUMN sama sekali tidak benar. Kalau dilihat swasta dengan BUMN, PPP (Public Private Partnership) itu yang terbesar adalah swasta. Memang harus kita akui beda kalau yang menangkan swasta atau BUMN. Kalau BUMN harus kita selesaikan feasibility study agar IRR ketahuan. Swasta enggak akan mau kalau IRR hanya 9-10%. Kalau BUMN memang pemerintah menugaskan dia, baru disusun feasibility study,” jelas dia.

 

Sekedar informasi, proyek KEK ini telah tersebar di beberapa daerah. Di Pulau Sumatera, terdapat 61 proyek dengan biaya Rp 638 triliun. Sementara itu, di Kalimantan terdapat 24 proyek dengan biaya Rp 564 triliun, di Pulau Jawa terdapat 93 proyek dengan biaya Rp 1065 triliun. Pembangunan juga dilakukan di Sulawesi sebanyak 27 proyek dengan biaya 155 triliun. 

 

Kemudian Papua ada 13 proyek dengan biaya Rp 444 triliun. Bali dan Nusa Tenggara ada 15 proyek dengan nilai nilai Rp 1 triliun. Lintas pulau  ada dua proyek Rp 1320 triliun dan dua program salah satunya adalah listrik 35 ribu megawatt.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : (cr4/JPC)

Hidupkan KEK, Menko Darmin Janjikan Kemudahan izin Berinvestasi