alexametrics

Indonesia Siap Terima Eksodus Investor dari Tiongkok

Sediakan 4 Ribu ha Kawasan Industri Batang
1 Juli 2020, 12:28:07 WIB

JawaPos.com – Pemerintah berupaya menggaet kembali para investor dunia. Khususnya mereka yang hendak memindahkan pabriknya dari Tiongkok akibat pandemi Covid-19. Indonesia menyiapkan sejumlah kawasan industri di Jawa Tengah (Jateng). Salah satunya kawasan industri di Kabupaten Batang.

Upaya itu disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menengok lahan yang akan menjadi kawasan industri tersebut kemarin (30/6). Presiden mengungkapkan, hanya ada satu alasan pemerintah membuka kawasan industri di Batang.

”Kita ingin membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya,” ujar dia.

Investor yang disasar utamanya adalah mereka yang hendak memindahkan pabriknya dari Tiongkok. Baik itu pengusaha Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Amerika Serikat, maupun investor dari negara mana pun. Jokowi sudah memerintah menteri dan kepala BKPM melayani para investor tersebut bila hendak pindah ke Indonesia.

Dalam urusan perizinan, misalnya, prosedurnya harus semudah mungkin sehingga investor merasa dilayani. Begitu pula urusan pembebasan lahan, harus dibantu secara maksimal. Investor yang belum memiliki lahan bisa difasilitasi di Batang. ”Kita akan siapkan kurang lebih 4.000 hektare di sini,” lanjut mantan wali kota Solo itu.

Untuk tahap pertama akan disiapkan 450 hektare. Jokowi mencontohkan perusahaan LG, bila hendak pindah hari ini juga, misalnya, bisa langsung masuk ke Batang. Tidak perlu mengurus apa-apa lagi karena semuanya ditangani BKPM dan dibantu para kepala daerah. Yang penting, investasi itu bisa membuka lapangan pekerjaan yang besar bagi masyarakat.

Presiden menuturkan, untuk saat ini ada 119 perusahaan yang berpotensi hengkang dari Tiongkok. ”Jangan sampai kita tidak mendapatkan perusahaan-perusahaan itu untuk mau masuk ke Indonesia,” tuturnya. Jangan kalah dengan negara-negara lainnya. Bila negara lain menawarkan harga tanah Rp 500 ribu, Indonesia harus bisa mematok di bawahnya, misalnya Rp 300 ribu.

Bila di negara lain izin bisa didapat dalam tempo seminggu, di Indonesia harus tuntas dalam dua hari. Jangan sampai kejadian tahun lalu terjadi lagi. Ada 33 perusahaan dari Tiongkok yang eksodus, tapi tidak satu pun yang masuk ke Indonesia. ”Saya senang hari ini sudah ada yang masuk tujuh. Sudah pasti ini yang tujuh,” ucap Jokowi kemarin. Kemudian, masih ada 17 perusahaan lain yang berkomitmen besar untuk masuk.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan, lahan yang menjadi lokasi kawasan industri Batang adalah milik perusahaan BUMN, yakni PTPN IX. ”Sehingga tidak ada isu ke depan untuk relokasi ataupun mandeknya perizinan,” terangnya. Selain itu, akan dipadukan pula dengan kawasan industri lain seperti Brebes dan Kendal.

Juga akan dipadukan dengan jalur tol dan kawasan wisata unggulan Jateng seperti Borobudur. Keberadaan kawasan industri di Batang akan menjadikan Pulau Jawa sebagai sentra manufaktur. Sebab, di Jawa Barat sudah ada kawasan industri Cikarang dan di Jawa Timur ada kawasan industri Gresik.

Wapres: Asuransi Syariah Hindari Gagal Bayar

Kasus gagal bayar beberapa perusahaan asuransi nasional menyita perhatian pemerintah. Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta industri asuransi syariah menghindari terjadinya gagal bayar. Dengan begitu, mereka bisa meningkatkan kembali kepercayaan dan memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat.

Menurut dia, kasus yang terjadi saat ini harus menjadi pelajaran. Yakni, persoalan asuransi Bumiputera dan Jiwasraya. Apalagi, sepekan terakhir, Kejaksaan Agung menetapkan seorang pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai tersangka terkait pengawasan kasus gagal bayar Jiwasraya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : byu/han/c7/c9/oni



Close Ads