alexametrics

2018, PT Angkasa Pura II (Persero) Layani 115 Juta Penumpang

1 Januari 2019, 13:42:58 WIB

JawaPos.com – Memasuki awal tahun 2019, PT Angkasa Pura II (Persero) tercatat telah melayani hingga 115 juta penumpang sepanjang Januari-Desember 2018. Angka itu tumbuh 9,5 persen dibandingkan dengan 2017 yakni 105 juta penumpang per tahunnya. 

Selama tahun 2018, PT Angkasa Pura II (Persero) telah mengelola beberapa bandara baru yang tersebar di Indonesia seperti Bandara Internasional Kertajati Jawa Barat, Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya dan Bandara Banyuwangi Jawa Timur. Total AP II telah mengelola 16 Bandara di seluruh wilayah Indonesia.

Pada tahun 2018, capaian positif juga ditorehkan oleh Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bandara terbesar di Indonesia tersebut dinobatkan sebagai bandara dengan koneksi rasio penerbangan terjadwal paling banyak atau paling terkoneksi ke-2 di Asia Pasifik dan terkoneksi ke-10 di duniamengalahkan bandara besar seperti Bandara Incheon-Korea, KLIA Malaysia, dan Bandara Hongkong berdasarkan Megahubs International Index 2018-The World’s Most Internationally Connected Airports yang dikeluarkan oleh lembaga air travel intelligence asal Inggris, OAG.

Secara keseluruhan capaian kinerja masing-masing bandara terangkum dalam penilaian Skytrax di tahun 2018. Khususnya 4 bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura II meperoleh capaian bintang 3 hingga 4. Bandara Internasional Soekarno-Hatta memperoleh 3 bintang, sedangkan Bandara Internasional Kualanamu, Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, dan Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru memperoleh 4 bintang.

Disamping itu, pembangunan Airport Operation Control Center (AOCC) sebagai pusat kendali sisi operasi bandara juga telah rampung. Hadirnya AOCC semakin mempermudah operator bandara untuk melakukan fungsi kontrol kelancaran operasional terminal, baik sisi darat maupun sisi udara. Hal ini dikarenakan AOCC merupakan pusat koordinasi seluruh stakeholder bandara seperti maskapai, imigrasi, bea dan cukai, karantina, otoritas bandara, kepolisian, operator kargo, dan sebagainya. 

Selanjutnya, untuk semakin melengkapi sisi pengawasan terminal maka dibangun pula Terminal Operation Center (TOC) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma yang mampu memaksimalkan pelayanan seperti quick response, early warning system detetion dan operating effectiveness di bandara.

Tidak hanya itu, akses transportasi di dan menuju bandara juga terus dikembangkan seperti beroperasinya Skytrain yang menghubungkan Terminal 1, 2 dan 3 serta adanya Kereta Bandara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, beroperasinya Kereta Bandara Minangkabau Ekspress di Bandara Internasional Minangkabau – Padang serta beroperasinya Light Rail Transit (LRT) di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin mengatakan,  upaya yang dilakukan perseroan sejalan dengan keinginan untuk menjadi operator bandara terbaik. 

 “Angkasa Pura II terus berkomitmen memberikan yang terbaik bagi masyarakat, baik dari sisi hard infrastructure dan soft infrstructure melalui digital platform untuk memberikan airport digital journey experience yang mengesankan bagi para penumpang,” ujarnya dalma keterangan tertulis,  Selasa (1/1). 

Lebuh lanjut, peningkatan infrastruktur bandara juga terus dilakukan seperti misalnya untuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta yakni Pembangunan East-Cross Taxiway yang rencananya akan dioperasikan pada kuartal pertama 2019. Revitalisasi Terminal 1 serta Terminal 2 yang akan meningkatkan kapasitas penumpang hingga menjadi 22 juta penumpang pertahunnya. Pembangunan Terminal 4 yang diproyeksi mampu menambah kapasitas penumpang Bandara Internasional Soekarno-Hatta hingga 115 juta penumpang pertahunnya. Pembangunan Runway 3 dan juga Pembangunan Cargo Village.

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : (hap/JPC)


Close Ads
2018, PT Angkasa Pura II (Persero) Layani 115 Juta Penumpang