Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Maret 2025 | 17.46 WIB

Dari Zakat dan Sedekah, Pekerja Migran Bermasalah Bisa Dibantu, Anak di Kampung Halaman Diberi Beasiswa

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Noor Achmad. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Noor Achmad. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Badan Zakat Nasional (Baznas) memperluas manfaat dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Penerima manfaat dari dana ZIS tidak hanya untuk masyarakat miskin di dalam negeri saja, tetapi juga untuk membantu pekerja migran Indonesia (PMI) bermasalah di luar negeri.

Keputusan itu tertuang dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Baznas dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI). Kedua lembaga bersepakat tentang sinergi program penguatan perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran dan keluarganya melalui dana Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL).

Ketua Baznas Noor Achmad mengatakan, pihaknya siap bersinergi dengan Kementerian P2MI untuk membantu memberdayakan pekerja migran Indonesia. Sebetulnya, Baznas telah beberapa kali dimintai bantuan oleh pekerja migran yang terkena masalah di luar negeri. Seperti pemulangan, pekerja migran yang meninggal, bahkan ada yang dihukum mati minta perlindungan dan bantuan.

"Kemarin baru kita kumpulkan walaupun belum maksimal tapi alhamdulillah mulai banyak yang diberikan bantuan," kata Noor Achmad pada Kamis (6/3).

Selain untuk pekerjanya, Baznas juga menyalurkan bantuan pendidikan atau bantuan pengembangan di bidang usahanya. "Karena kami punya usaha-usaha ataupun pengembangan UMKM cukup besar," ucapnya.

Noor memaparkan berbagai program unggulan Baznas melalui sepuluh program prioritas yang telah dicanangkan dalam rangka membantu mengurangi angka kemiskinan di Indonesia. Seperti program Baznas Micro Finance, ZMart, ZChicken, ZAuto, ZCoffee, Beasiswa pendidikan, RLHB, Santripreneur, Pengentasan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting, serta program lainnya.

Noor berharap kerja sama antara dengan Kementerian P2MI itu tidak hanya menghasilkan program-program konkret yang dapat membantu mensejahterakan PMI. Tetapi juga dapat meningkatkan dan membangkitkan kesadaran berzakat, berinfak dan bersedekah di lingkungan kementerian P2MI dan kementerian atau lembaga lainnya.

"Kalau di semua kementerian dibangkitkan zakatnya, digerakkan zakatnya, insya Allah pasti akan diberikan keselamatan, seluruh karyawannya juga akan diberikan keselamatan," ucapnya.

Sementara itu, Menteri P2MI Abdul Kadir Karding menyatakan sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Baznas atas kerja sama itu. "Kalau sama Baznas memang banyak sekali kami minta tolongnya, karena kami ini punya mandat oleh undang-undang untuk pemberdayaan pekerja migran, termasuk apa yang disampaikan ketua Baznas tadi," jelasnya.

Adapun kerja sama Baznas dan Kementerian P2MI itu juga mencakup sosialisasi, edukasi dan literasi tentang ZIS-DSKL dan pengumpulan ZIS-DSKL di lingkungan Kementerian P2MI. Kemudian program beasiswa bagi anak pekerja migran Indonesia, peningkatan kapasitas dan pemberdayaan ekonomi, sosial kemanusiaan, pendidikan, dakwah, dan kesehatan bagi pekerja migran Indonesia juga keluarganya. Hilmi Setiawan (wan/JPK)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore