
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Noor Achmad. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Badan Zakat Nasional (Baznas) memperluas manfaat dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Penerima manfaat dari dana ZIS tidak hanya untuk masyarakat miskin di dalam negeri saja, tetapi juga untuk membantu pekerja migran Indonesia (PMI) bermasalah di luar negeri.
Keputusan itu tertuang dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Baznas dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI). Kedua lembaga bersepakat tentang sinergi program penguatan perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran dan keluarganya melalui dana Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL).
Ketua Baznas Noor Achmad mengatakan, pihaknya siap bersinergi dengan Kementerian P2MI untuk membantu memberdayakan pekerja migran Indonesia. Sebetulnya, Baznas telah beberapa kali dimintai bantuan oleh pekerja migran yang terkena masalah di luar negeri. Seperti pemulangan, pekerja migran yang meninggal, bahkan ada yang dihukum mati minta perlindungan dan bantuan.
"Kemarin baru kita kumpulkan walaupun belum maksimal tapi alhamdulillah mulai banyak yang diberikan bantuan," kata Noor Achmad pada Kamis (6/3).
Selain untuk pekerjanya, Baznas juga menyalurkan bantuan pendidikan atau bantuan pengembangan di bidang usahanya. "Karena kami punya usaha-usaha ataupun pengembangan UMKM cukup besar," ucapnya.
Noor memaparkan berbagai program unggulan Baznas melalui sepuluh program prioritas yang telah dicanangkan dalam rangka membantu mengurangi angka kemiskinan di Indonesia. Seperti program Baznas Micro Finance, ZMart, ZChicken, ZAuto, ZCoffee, Beasiswa pendidikan, RLHB, Santripreneur, Pengentasan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting, serta program lainnya.
Noor berharap kerja sama antara dengan Kementerian P2MI itu tidak hanya menghasilkan program-program konkret yang dapat membantu mensejahterakan PMI. Tetapi juga dapat meningkatkan dan membangkitkan kesadaran berzakat, berinfak dan bersedekah di lingkungan kementerian P2MI dan kementerian atau lembaga lainnya.
"Kalau di semua kementerian dibangkitkan zakatnya, digerakkan zakatnya, insya Allah pasti akan diberikan keselamatan, seluruh karyawannya juga akan diberikan keselamatan," ucapnya.
Sementara itu, Menteri P2MI Abdul Kadir Karding menyatakan sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Baznas atas kerja sama itu. "Kalau sama Baznas memang banyak sekali kami minta tolongnya, karena kami ini punya mandat oleh undang-undang untuk pemberdayaan pekerja migran, termasuk apa yang disampaikan ketua Baznas tadi," jelasnya.
Adapun kerja sama Baznas dan Kementerian P2MI itu juga mencakup sosialisasi, edukasi dan literasi tentang ZIS-DSKL dan pengumpulan ZIS-DSKL di lingkungan Kementerian P2MI. Kemudian program beasiswa bagi anak pekerja migran Indonesia, peningkatan kapasitas dan pemberdayaan ekonomi, sosial kemanusiaan, pendidikan, dakwah, dan kesehatan bagi pekerja migran Indonesia juga keluarganya. Hilmi Setiawan (wan/JPK)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
