← Beranda

Perawatan Tato yang Tidak Baik Picu Keloid

AdministratorSelasa, 19 September 2017 | 04.23 WIB
Ilustrasi

JawaPos.com - Bagi sebagian orang, mempunyai tato menjadi kebanggaan tersendiri. Hal itu tidak masalah bila orang tersebut bisa merawatnya baik-baik.


Karena bila tidak, bisa menjadi iritasi sampai berakhir dengan keloid yang tidak lain adalah kelainan pada kulit berupa benjolan dan bertekstur tidak rata.


Spesialis kulit dan kelamin dr Eko Riyanto SpKK mengungkapkan, seringkali mendapat pasien yang kulitnya iritasi karena tidak merawat tatonya dengan baik, dan akhirnya menjadi keloid.


’’Untuk keloid yang dari tato, mereka kerap datang saat kondisinya sudah iritasi, bernanah, bahkan sudah jadi keloid pun ada,’’ imbuhnya.


Pun, pengguna tato yang teriritasi tersebut sekarang sudah tidak identik dengan laki-laki. Antara laki-laki dan perempuan sekarang banyak yang datang dengan kondisi tato tidak terawat. Usia pasiennya pun hampir semua selalu anak muda.


’’Tidak hanya tato permanen, pasien saya juga ada yang tatonya temporer. Itukan jarumnya saja yang beda’’ terangnya.


Menurutnya, semua benda asing ketika dimasukkan kedalam kulit akan menimbulkan iritasi. Termasuk tinta tato tersebut. Jadi, lanjutnya, jaringan dalam kulit akan berubah. Apalagi, bila seseorang yang bertato tidak menjaga kebersihan dengan baik. Akibatnya, kuman bisa masuk dan jadi infeksi.


Biasanya, juga dikarenakan seseorang menghilangkan tato dengan cara yang kurang tepat. ’’Sampai ada yang disetrika, padahal kalau sudah luka bakar risiko menjadi keloidnya semakin besar,’’ ungkapnya.


Ada daerah-daerah yang secara anatomi rawan terhadap tumbuhnya keloid. Dan parahnya, daerah-daerah tersebut menjadi bagian favorit orang-orang untuk menggambar tato. Misalnya, di daerah leher dan dada. ’’Kalau sudah keloid, nanti secara tidak bagus dong. Apalagi keloid itu bisa tumbuh,’’ imbuhnya. (*)

EDITOR: Administrator